Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Putus Asa Cari Kerja, Ramai-Ramai Pemuda China Pakai Tinder
    Inspiring You

    Putus Asa Cari Kerja, Ramai-Ramai Pemuda China Pakai Tinder

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Maret 2024Updated:18 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Fenomena unik terjadi di China. Generasi muda di Negeri Tirai Bambu itu menggunakan aplikasi kencan Tinder untuk mencari pekerjaan.

    Mengutip CNBC International, mencari pekerjaan di China semakin hari semakin sulit dan kompetitif. Ini membuat angka pengangguran di negara itu cukup tinggi, dengan data Desember lalu menyebut tingkat pengangguran untuk kelompok usia 16 hingga 24 tahun, tidak termasuk pelajar, mencapai 14,9%.

    Tekanan ini pun semakin terasa dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang belum optimal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kemerosotan perekonomian negara, dampak pandemi, dan konsolidasi industri terjadi secara bersamaan, sehingga dampaknya terhadap populasi kaum muda semakin besar,” kata Su Yue, ekonom utama di The Economist Intelligence Unit di Shanghai.

    Beberapa pihak pun berupaya mencari cara agar mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Tinder pun menjadi salah satu aplikasi yang digunakan untuk mendapatkan lowongan.

    Salah satunya adalah Jade Liang. Mahasiswa strata 2 di Shanghai itu menggunakan Tinder untuk terkoneksi dengan orang-orang yang bekerja di industri yang diminati. Ini nantinya berujung pada informasi pekerjaan dan lowongan.

    Liang pertama kali menganggap Tinder sebagai alat mencari pekerjaan setelah ia melihat postingan viral di Xiaohongshu, sejenis Instagram di China, oleh seorang pengguna yang mengatakan bahwa dia berhasil mendapatkan pekerjaan dengan menggunakan aplikasi kencan.

    “Saat manajer perekrutan bertanya kepada saya bagaimana saya mengetahui lowongan tersebut – saya: Tinder,” tulis alah satu meme yang dibagikan secara luas tahun lalu.

    Meskipun Tinder adalah salah satu dari banyak aplikasi asing yang diblokir di China daratan, penduduk dapat mengaksesnya menggunakan jaringan pribadi virtual.

    “Dengan menggunakan aplikasi kencan, kami dapat menjangkau lebih banyak orang,” kata Liang kepada NBC News, Minggu (17/3/2024)

    “Biasanya kita butuh waktu lama untuk bisa dekat dengan orang. Namun dengan aplikasi kencan, Anda bergaul dengan orang asing selama beberapa jam dan mereka sudah dapat memberi Anda banyak informasi pribadi.”

    Liang mengatakan bahwa meskipun dia juga dapat mengakses LinkedIn dengan menggunakan VPN, dia tetap menggunakan Tinder karena metode tradisional seperti LinkedIn telah gagal.

    “Pasar terlalu jenuh karena krisis ekonomi,” paparnya.

    Tinder sendiri tidak mendukung praktik tersebut. Perusahaan itu mengatakan bahwa platformnya dirancang untuk membina hubungan pribadi, bukan hubungan bisnis.

    “Tinder bukanlah tempat untuk mempromosikan bisnis untuk menghasilkan uang,” kata juru bicara perusahaan kepada NBC News dalam sebuah pernyataan.

    Meski begitu, bagi sebagian perekrut, Tinder dapat dianggap sebagai salah satu aspek yang menonjolkan kemampuan bersosialiasi dari pelamar pekerjaan.

    “Menurut saya seseorang yang bisa mendapatkan pekerjaan melalui platform semacam ini adalah orang yang luar biasa,” ujar seorang mantan eksekutif sebuah perusahaan yang berbasis di Hangzhou, Romy Liu.


    Artikel Selanjutnya


    China Temukan Kasus Langka Golongan Darah P

    (hsy/hsy)


    Innovation Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.