Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Tak Terima, Apple Jadi Sasaran Denda Gara-Gara Ukraina
    Insight News

    Putin Tak Terima, Apple Jadi Sasaran Denda Gara-Gara Ukraina

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Agustus 2023Updated:5 Agustus 2023Tidak ada komentar1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengadilan Rusia mendenda Apple dan penerbit Wikipedia karena dituduh menyebarkan konten “tidak akurat” tentang perang di Ukraina.

    Pengadilan mendenda kedua perusahaan berdasarkan Undang-undang tahun 2020 yang mewajibkan perusahaan internet memblokir akses ke informasi yang dilarang di Rusia.

    Undang-undang itu secara khusus melarang informasi yang tidak menghormati otoritas negara. Oknum bisa dikenakan denda sebesar 8 juta rubel, atau sekitar Rp 1,2 miliar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Apple ditetapkan bertanggung jawab atas pelanggaran administratif,” kata Hakim Timur Vakhrameev, menurut laporan berita negara, dikutip dari Insider, Jumat (4/8/2023).

    Apple diperintahkan untuk membayar denda sebesar 400.000 rubel, atau sekitar Rp 63 juta.

    Sementara Wikimedia Foundation juga dinyatakan bersalah atas pelanggaran yang sama.

    Wikimedia Foundation sebagai organisasi pusat Wikipedia dikenakan denda sebesar 300.000 rubel, atau sekitar Rp 40 iuta, karena meng-hosting konten yang tidak akurat.

    Baik Apple maupun Wikimedia Foundation tidak menanggapi permintaan komentar Insider.

    Denda terhadap Apple, yang menarik diri dari Rusia setelah invasi Februari 2022, terjadi setelah Moskow baru-baru ini bertindak untuk melarang pegawai negeri menggunakan iPhone. Negara mengklaim bahwa perangkat tersebut rentan terhadap peretasan dari Barat.

    Apple membantah tuduhan tersebut dan peneliti independen tidak menemukan bukti bahwa perusahaan memberikan akses layanan intelijen ke data pengguna.

    (fab/fab)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.