Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Serang Ukraina, Rusia Bakal Alami ‘Krisis’ Internet?
    Insight News

    Putin Serang Ukraina, Rusia Bakal Alami ‘Krisis’ Internet?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2022Updated:7 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Cogent Communications, salah satu penyedia layanan internet, mengatakan bahwa pihaknya menghentikan layanannya di Rusia karena serangan ke Ukraina.

    Perusahaan yang menyediakan sekitar 25% dari semua lalu lintas internet di seluruh dunia itu membuat keputusan untuk mematuhi peraturan baru dari Uni Eropa yang disahkan pada awal pekan lalu.

    “Menanggapi serangan Ukraina, Cogent telah mengakhiri kontraknya dengan pelanggan berbayar dari Rusia. Cogent mematuhi Peraturan UE 2022/350 yang disahkan pada 1 Maret 2022 sehubungan dengan pemblokiran media tertentu,” kata juru bicara perusahaan, dikutip dari ZDNet, Senin (7/3/2022).

    Cogent tidak membatasi atau memblokir lalu lintas yang berasal dari atau ditujukan ke Rusia. Mereka terus akan memberikan layanan ke Ukraina.

    Dalam pasal 2F peraturan tersebut mencakup klausul yang menangguhkan setiap lisensi penyiaran atau otorisasi, pengaturan transmisi dan distribusi dengan badan hukum, entitas atau badan yang terhubung ke outlet Russia Today di Inggris, Jerman, Prancis, dan Spanyol. Aturan itu juga berlaku untuk Sputnik.

    Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post, ketika CEO Cogent Dave Schaeffer mengatakan tentang keputusan tersebut.

    Sebaliknya, Schaeffer mengatakan bahwa perusahaan tidak ingin merugikan siapa pun, tapi juga tidak ingin pemerintah Rusia untuk menggunakan internet sebagai senjata mereka.

    Cogent adalah salah satu perusahaan berbasis di AS yang menjadi tulang punggung internet terbesar di dunia dengan puluhan pelanggan di Rusia, termasuk raksasa telekomunikasi milik negara Rostelecom.

    Menurut The Washington Post, Cogent memiliki koneksi langsung ke lebih dari 6.000 blok jaringan atau sebagian besar alamat Internet, yang ditangani oleh Rostelecom.

    Langkah ini akan menyebabkan perlambatan bagi pengguna internet Rusia. Meskipun Cogent secara bertahap menghentikan perusahaan Rusia, mereka meminta beberapa hari untuk mencari sumber lain untuk internet.

    Penghentian akan dimulai pada hari Jumat, menurut surat dari perusahaan yang secara khusus menyebutkan serangan Rusia ke Ukraina sebagai alasannya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.