Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Serang Ukraina, Biden Stop ekspor Teknologi ke Rusia?
    Insight News

    Putin Serang Ukraina, Biden Stop ekspor Teknologi ke Rusia?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Februari 2022Updated:25 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) tidak tinggal diam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan serangan ke Ukraina. Pemerintahan Joe Biden akan menahan mengirimkan teknologi dan sumber daya jika Putin melakukan lebih banyak kerusakan lagi.

    “Presiden Putin jelas memiliki kemampuan untuk melakukan lebih banyak dari yang bisa dia lakukan sejauh ini,” ungkap wakil Menteri Keuangan, Wally Adeyemo, dikutip dari Reuters, Kamis (24/2/2022).

    Adeyemo mengatakan keputusan berada di tangan Putin untuk memastikan ekonomi negaranya tetap tumbuh. Namun jika tetap memilih menyerang, maka AS tak akan tinggal diam.

    “Hal utama yang perlu dipertimbangkan oleh Presiden Putin adalah apakah ia ingin memastikan Rusia bisa tumbuh, bahwa dia punya sumber daya yang dia butuhkan untuk bisa memproyeksikan kekuatan di masa depan,” jelasnya.

    “Jika memilih untuk menyerang, kami memberitahu dia secara langsung, bahwa kami akan memotongnya”.

    Yakni dengan memutuskan Putin dari akses teknologi barat. Teknologi itu menurut Adeyemo penting untuk memajukan sektor militer Rusia.

    “Kami akan memutuskan dia dari teknologi barat yang sangat penting untuk memajukan militernya, memotongnya dari sumber keuangan barat yang akan sangat penting untuk ekonominya dan memperkaya dirinya sendiri,” kata Adeyemo.

    Pemerintahan AS bisa merampas Rusia dari sejumlah besar barang-barang teknologi rendah dan tinggi baik dari AS maupun asing. Mengutip sejumlah sumber, Reuters mengatakan kebijakan ini berlaku mulai dari produk elektronik komersial dan komputer hingga semikonduktor serta suku cadang pesawat.

    Sebelumnya, Putin mengumumkan meluncurkan operasi militer di wilayah Donbass. Ini dilakukan sebagai upaya membela milisi pro-Moscow yang berniat memisahkan wilayah itu dari Ukraina.

    Pernyataan itu diikuti sebuah aksi ledakan di ibukota Ukraina, Kyiv. Laporan CNN Internasional, serangkaian ledakan besar juga terjadi di kota terbesar kedua negara itu, Kharkiv.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.