Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pusat Data Nasional Diserang, BSSN: Hanya 2% Data Ter-backup
    Insight News

    Pusat Data Nasional Diserang, BSSN: Hanya 2% Data Ter-backup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juni 2024Updated:28 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kepala BSSN Hinsa Siburian memberikan penjelasan terkait penyerangan hacker ke Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) di Surabaya. Ia mengatakan, persoalan utama pada serangan ransomware ini adalah kurangnya sistem pencadangan (backup).

    Alhasil, ketika serangan terjadi, layanan publik di berbagai instansi terganggu. Salah satunya adalah layanan keimigrasian yang sempat membuat antrean panjang di bandara.

    “Backup data PDNS 2 Surabaya itu di Batam itu tidak sepenuhnya. Data di Surabaya harus ada persis seperti di Batam. Jadi, begitu ada gangguan di Surabaya, analoginya hampir sama seperti mati listrik hidupkan genset,” ia menjelaskan dalam rapat kerja Komisi I DPR RI, Kamis (27/6/2024).

    Menurut Hinsa, seharusnya semua data yang ada di semua PDNS ter-backup satu sama lain. Hal itu juga tertera dalam Peraturan BSSN Nomor 4 Tahun 2021 terkait keamanan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

    Dalam Pasal 5 ayat 2Y, tertera khusus tentang pencadangan data merupakan salah satu hal penting dalam sebuah pusat data (data center).

    Di sela-sela penjelasan Kepala BSSN, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid lantas mempertanyakan secara spesifik ada berapa data di PDNS Surabaya yang ter-backup ke co-site di Batam

    Hinsa lantas berujar singkat, “hanya 2 persen dari data yang ada di Surabaya”.

    “Hanya 2 persen dari data yang dikunci ransomware di Surabaya?” Meutya kembali mempertanyakan.

    “Betul,” Hinsa menegaskan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pusat Data Nasional Diserang, Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.