Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Punya Teman yang Suka Playing Victim? Mungkin Dia Psikopat
    Inspiring You

    Punya Teman yang Suka Playing Victim? Mungkin Dia Psikopat

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 April 2023Updated:5 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam film atau serial, psikopat sering digambarkan sebagai seorang pembunuh berdarah dingin yang tak memiliki rasa empati terhadap korbannya. Meski demikian, perilaku psikopat tidak selalu esktrem seperti itu, bisa saja mereka sebenarnya ada di sekitar Anda.

    Mengutip Psycohology Today, sejumlah penelitian menunjukkan, sekitar 17% perempuan yang dipenjara memenuhi kriteria psikopat, dibandingkan dengan 30% pria yang dipenjara.

    Psikopat sendiri merupakan penyakit mental yang termanifestasikan berbeda di antara laki-laki dan perempuan. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun psikopat laki-laki memiliki stereotipe perilaku seperti kekerasan terhadap binatang, kekerasan fisik, dan ekspresi yang datar, berbeda dengan perempuan. Perbedaannya terletak pada narsisme dan agresi perempuan dan laki-laki.

    Psikopat laki-laki, narsisis cenderung memuja dan membanggakan diri di depan orang lain, sedangkan perempuan tak terdeteksi namun cenderung bersikap manis di depan orang lain. Mereka cenderung menunjukkan sifat agresinya melalui perilaku yang membahayakan, sering terlibat dalam kekerasan fisik, melukai binatang, bahkan melakukan perbuatan kriminal.

    Namun, psikopat perempuan lebih mampu menyembunyikan perilaku jahatnya, mengintimidasi secara halus, dan mengancam dengan sikap playing victim.

    Bagaimana jika Anda menemukan seorang psikopat dalam hidup Anda?

    Sebenarnya, tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mengubah seorang psikopat. Menjadi seorang psikopat bukanlah pilihan, itu adalah sesuatu yang tertanam dalam otak orang.

    Misalnya, ketika orang melihat gambar yang menyusahkan atau perilaku tidak bermoral, psikopat (baik pria maupun perempuan) menunjukkan aktivitas yang berkurang di amigdala, bagian otak kita yang mengontrol dan memproses emosi, dibandingkan dengan non-psikopat. Ini menjelaskan mengapa psikopat tidak terpengaruh oleh penderitaan orang lain.

    Dalam arti tertentu, psikopat adalah penyakit di sirkuit emosi otak, terutama bagian yang berhubungan dengan emosi antarpribadi.

    Jadi, jika Anda telah mengidentifikasi seseorang dengan perilaku psikopat lebih baik tidak usah berurusan dengannya. Itulah cara terbaik untuk menyelamatkan diri dari psikopat. Jangan terlibat dalam gosip mereka. Pertahankan posisi Anda dan jangan biarkan mereka mengintimidasi Anda.


    Artikel Selanjutnya


    Cara Mudah Mengenali Psikopat, Perhatikan Makanan Kesukaannya

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.