Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Publik Soroti Anti-Pencucian Uang di Rupiah Digital
    Insight News

    Publik Soroti Anti-Pencucian Uang di Rupiah Digital

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Desember 2023Updated:28 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) resmi merilis Laporan Konsultasi Publik yang merupakan kumpulan dari semua masukan masyarakat atas konsep Pengembangan Rupiah Digital hari ini, Rabu (27/12/2023). Laporan ini tertuang dalam Consultative Paper (CP) Rupiah Digital Tahap I.

    Terdapat sebanyak 42 (empat puluh dua) komentar serta masukan yang bersumber di antaranya dari 12 perbankan dan 5 nonbank, 7 institusi non keuangan, 5 Kementerian-Lembaga, 4 akademisi, serta individu/masyarakat umum.

    Salah satu yang menjadi sorotan adalah prinsip anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) dari rupiah digital. Terkait dengan hal ini, responden merekomendasikan penggunaan key randomization untuk monitoring APU-PPT yang menjaga privasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Teknologi ring signature dan enkripsi yang dipadukan dengan mekanisme perlindungan data pribadi (ZKP atau Privacy Group) muncul sebagai solusi potensial,” ungkap responden dalam laporan konsultasi publik, dikutip Rabu (27/12/2023).

    Namun, penggunaan PET juga dihadapkan pada faktor risiko. Penggunaan PET dapat mengurangi skalabilitas throughput. Untuk itu, asesmen yang mendalam terkait dampak penggunaan PET bagi keandalan dan performa platform perlu dilakukan pada setiap proses seleksi.

    “Responden memandang penggunaan Privacy Enhancing Technology (PET), sebagai seleksi prospektif bagi pertukaran data secara aman dan efisien yang melindungi data pribadi,” ujarnya.

    Disamping itu, data yang dapat diakses, dilihat atau dipublikasikan juga perlu distandardisasi untuk menjamin keseimbangan antara confidentiality dan auditability.

    Wallet Rupiah Digital

    Laporan konsultasi publik BI juga mengungkapkan perihal sistem wallet bagi rupiah digital. Aspek yang dibahas mencakup konstruksi peran penerbitan dan pengelolaan wallet, termasuk opsi variasi wallet, antara cold dan hot wallet.

    “Dalam hal ini, peran penerbitan wallet perlu dipegang langsung Bank Indonesia guna memberikan kontrol penuh BI terhadap layanan dan data,” ungkap responden BI.

    Adapun, mereka juga menilai keterlibatan industri dalam penyiapan ketentuan dan solusi teknologi diperlukan guna memastikan terpenuhinya aspek interoperabilitas dan keamanan dan membangun kepercayaan pengguna.

    Peran pengelolaan wallet perlu diserahkan kepada industri guna mendorong adopsi dan inovasi untuk memastikan efektivitas terbentuknya ekosistem Rupiah Digital yang luas. Responden juga memandang Bank Indonesia perlu menetapkan regulasi dan standar, serta pengawasan pengelola wallet.


    Artikel Selanjutnya


    Bos IMF Bilang Uang Tunai Bakal Diganti Karena Mahal

    (haa/haa)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.