Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Profesor Harvard Beri Peringatan Bahaya ke Joe Biden Soal China
    Insight News

    Profesor Harvard Beri Peringatan Bahaya ke Joe Biden Soal China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Juli 2024Updated:10 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Profesor Harvard Kenneth Rogoff mengingatkan Amerika Serikat (AS) saat melawan China dengan strategi pemblokiran. AS disebut harus siap menghadapi kenyataan tidak menyenangkan dan akan mengalami kehancuran ekonomi.

    Pemerintah AS diketahui berulangkali melakukan pembatasan perdagangan untuk China. Bahkan dua kandidat presiden Joe Biden dan Donald Trump memasukkan pembatasan China dalam janji politiknya.

    Biden telah mengumumkan akan menaikkan tarif pada teknologi canggih China senilai US$18 miliar. Sementara Trump menjanjikan menerapkan tarif impor dari China sebesar 60%.

    Namun kebijakan itu tidak akan membawa keuntungan untuk pekerja AS, seperti yang diharapkan pemerintah sebelumnya. Sebaliknya kebijakan pembatasan hanya akan mengganggu manfaat perdagangan bebas di AS. Termasuk mereka yang berpendapatan rendah.

    “Meski kompetisi dengan produsen China berdampak buruk pada sejumlah pekerjaan manufaktur, perdagangan bebas tidak diragukan akan menciptakan lebih banyak yang diuntungkan dari yang dirugikan,” kata Rogoff, dikutip dari Business Insider, Rabu (10/7/2024).

    “Konsumen AS berpendapatan rendah jadi salah satu penerima manfaat paling besar dari impor China berbiaya rendah,” ujar dia menambahkan.

    Rogoff mengatakan kebijakan pengawasan AS dilakukan karena ada ketakutan soal ‘kejutan China’. Hal ini terjadi saat impor negara itu melonjak tajam selama tahun 2000-an, yang akhirnya melemahkan manufaktur AS.

    Kejutan China yang terjadi di masa lampau disebut sebagai kesalahan besar. Termasuk juga membuat kota-kota hancur dan meningkatkan adanya ketimpangan.

    “Dalam kebijakan AS, ‘kejutan China’ digambarkan sebagai kesalahan besar menghancurkan kota di seluruh Rust Belt dan meningkatkan ketimpangan,” jelas dia.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Strategi Indosat Maksimalkan Konektivitas di Indonesia





    Next Article



    China Makin Canggih, Joe Biden Bereaksi Bayar Rp 171 T



    (fab/fab)

    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.