Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pria Jerman Jarang Kencing Berdiri, Ada Alasan Kesehatannya
    Insight News

    Pria Jerman Jarang Kencing Berdiri, Ada Alasan Kesehatannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juni 2023Updated:10 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Satu-satunya negara yang mayoritas populasi prianya buang air kecil duduk adalah Jerman. Sekitar 60 persen pria di Jerman selalu memilih kencing duduk daripada kencing berdiri.

    Pria Jerman tetap memilih untuk kencing duduk meskipun di kosakata bahasa Jerman, ada sebutan khusus untuk pria yang kencing duduk, yaitu “sitzpinkler”.

    Namun ternyata, penelitian menunjukkan bahwa kencing berdiri tidak sehat dibandingkan dengan buang air kecil dalam posisi duduk.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut hasil survei YouGov, yang dikutip oleh IFLScience, sebagian besar pria di 13 negara mengaku selalu kencing berdiri.

    Kebiasaan pria di Jerman bertolak belakang dengan pria di Amerika Serikat dan Singapura. Hanya 23 persen pria di AS yang lebih suka kencing duduk di toilet. Pria yang lebih suka kencing duduk di Singapura hanya 20 persen.

    Faktanya, padahal, urologis menyatakan bahwa kencing berdiri tidak sehat dibanding kencing duduk. Selain itu, kencing duduk lebih higienis karena bekas buang air kecil tidak tepercik ke mana-mana.

    Gerald Collins dari Alexandra Hospital menyatakan kepada Telegraph kencing duduk lebih cepat dan lebih mudah mengosongkan kandung kemih, karena tubuh ada di posisi yang santai.

    Selain itu, posisi duduk juga makin sehat seiring pria bertambah usia. Makin tua, potensi prostat membesar makin mengancam. Pria yang mengidap kondisi ini bakal sulit mengosongkan kandung kemihnya sehingga rentan dari infeksi saluran kandung kemih dan batu ginjal.

    Studi yang membandingkan antara pria yang terbiasa kencing berdiri dan duduk yang mengidap gejala saluran kemih bawah atau Lower Urinary Tract Sympotms (LUTS), menunjukkan bahwa posisi duduk memperlancar aliran kencing.

    “Kami menyimpulkan bahwa posisi duduk adalah posisi terbaik untuk pria yang punya masalah buang air kecil, karena prostat yang membesar. Di pria yang sehat, tidak ada perbedaan ditemukan. Ini penting, karena sisa air seni di saluran kemih bisa menimbulkan banyak komplikasi,” kata Collins.

    Meskipun saat ini perbedaan menyolok hanya ditemukan di pria yang prostatnya membesar, sekitar 90 persen dari pria di usia 80-an mengidap kondisi ini. Oleh karena itu, ada baiknya membiasakan sejak dini.

    (fab/fab)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.