Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Pria Ini Mengaku Sering Diejek karena Koleksi 12.000 Barbie
    Inspiring You

    Pria Ini Mengaku Sering Diejek karena Koleksi 12.000 Barbie

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Agustus 2023Updated:21 Agustus 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Barbie identik dengan warna pink dan perempuan. Namun siapa sangka, Barbie juga disukai oleh banyak kalangan termasuk pria.

    Terbukti pria asal Singapura bernama Jian Yang (44 tahun) memiliki lebih dari 12.000 Barbie. Boneka keluaran Mattel tersebut memenuhi di setiap sudut rumahnya.

    “Saya suka membawa boneka saya ke mana-mana, dan saya membawanya ke publik. Saya akan membawa boneka itu berdasarkan tujuan saya. Jadi, misalnya, jika saya pergi ke restoran Jepang, saya akan mencari Barbie Jepang,” kata Yang kepada Insider.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saking banyaknya koleksi Barbie milik Yang, rumahnya sampai tidak muat menampung boneka-boneka tersebut. Sebagian koleksi Barbie disimpan di rumah orang tuanya, di gudang, dan di kantornya.

    [Gambas:Instagram]

    Namun, Yang menegaskan bahwa dia tidak kecanduan mengoleksi Barbie.

    “Saya tidak melihatnya sebagai kecanduan karena menurut saya kecanduan adalah sesuatu yang sulit Anda hentikan. Jika saya memutuskan besok saya tidak mau lagi, saya tidak akan membelinya,” kata Yang.

    Yang menambahkan bahwa dia pernah berhenti mengoleksi Barbie ketika tinggal di Timur Tengah selama beberapa tahun. Pada saat itu, dia lebih tertarik pada pakaian bermerek, dan malah menghabiskan pendapatannya untuk itu.

    “Jadi secara harfiah ada celah dalam koleksi saya dari 2007 hingga 2011,” kata Yang kepada Insider.

    Jatuh cinta dengan Barbie sejak 1984




    Foto: via REUTERS/Jane Goodall Institute
    A handout picture shows a Jane Goodall Barbie doll and David Greybeard Chimpanzee along with the accessory products, in Los Angeles, U.S., April 2022. Jane Goodall Institute/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS- THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES MANDATORY CREDIT

    Ketertarikan Yang pada Barbie dimulai pada tahun 1984 ketika dia mulai bermain dengan boneka Barbie milik saudara perempuannya.

    Ketika Yang semakin tua, dia menyadari bahwa boneka Barbie beresonansi dengannya lebih dari mainan lainnya.

    “Barbie entah bagaimana selalu bersamaku karena aku juga mulai berdandan dan membeli pakaian bagus – DKNY, Calvin Klein. Lalu ada Barbie DKNY dan Calvin Klein. Jadi tanpa sadar sudah mulai koleksi, baru sadar mungkin ini mainan yang selama ini aku mainkan,” papar Yang.

    Soal kriteria boneka yang dihadikan koleksinya, Yang tidak tidak punya aturan yang tegas dan spesifik tentang apa yang membuat boneka menjadi barang yang bagus untuk dibeli.

    Membawa Barbie traveling

    Yang menceritakan perjalanan baru-baru ini ke India, di mana dia membawa serta semua boneka Barbie bertema India miliknya.

    “Saya membawa semuanya ke India. Saya memotret mereka di jalanan. Saya memotret mereka di pegunungan, di hotel, dan orang asing mendatangi saya dan berbicara dengan saya,” kata Yang.

    “Menurut saya pengalaman India tidak bisa dibeli. Tidak ada yang punya pengalaman India seperti itu,” tambahnya.

    Diejek karena mengoleksi Barbie

     

    [Gambas:Instagram]

    Menjadi kolektor boneka Barbie bagi seorang laki-laki memang terkesan aneh. Tak jarang, dia sesekali juga menerima ejekan karena koleksinya.

    “Salah satu komentar terbesar yang saya dapatkan adalah, dia pasti orang kaya. Dan saya tak masalah dengan anggapan itu, itu bukan penghinaan. Sungguh menarik bagaimana Anda bisa membentuk opini tentang seseorang hanya dengan gambar atau cerita,” ungkap Yang.

    Padahal, Yang tidak hanya mengoleksi Barbie. Selain Barbie, ia sebenarnya juga mengoleksi mainan lainnya seperti Lego, Transformers dan My Little Pony.

    Bagi Yang, boneka-boneka itu kebetulan memiliki peran yang sangat besar dalam koleksi mainannya yang sangat banyak.

    “Sebenarnya, saya seorang kolektor mainan. Kebetulan ada banyak Barbie,” kata Yang.


    Artikel Selanjutnya


    Perdana! Barbie Luncurkan Koleksi Boneka dengan Down Syndrome

    (hsy/hsy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.