Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pria Arab Dihukum Mati Gegara Tweet & YouTube, Netizen Murka
    Insight News

    Pria Arab Dihukum Mati Gegara Tweet & YouTube, Netizen Murka

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2023Updated:1 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria bernama Mohammed bin Nasser Al-Ghamdi. Sanksi tersebut menyusul postingan yang ia unggah di akun X (sebelumnya Twitter), serta aktivitasnya di YouTube.

    Nasser Al-Ghamdi dinilai mengkritisi Kerajaan Arab, sehingga memicu kritik dari dunia internasional. Sebelumnya, seorang mahasiswa doktor Salma al-Shehab juga dikenai hukuman 34 penjara gara-gara sebuah tweet.

    Hukuman mati ke Nasser Al-Ghamdi merupakan bagian dari upaya Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) untuk menghilangkan segala bentuk pembangkangan di Kerjaaan Arab.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebab, MBS sedang menjalankan proyek pembangunan besar-besaran dan kesepakatan diplomatik lainnya untuk meningkatkan profilnya secara global.

    Reaksi netizen dan berbagai tokoh masyarakat menantang hukuman mati yang dijatuhkan ke Nasser Al-Ghamdi. Salah satunya disampaikan oleh Lina Alhathoul, kepala monitoring dan advokasi dari lembaga asal London, ALQST.

    “Kematian Al-Ghamdi hanya karena tweet sangat mengerikan, dan sejalan dengan kekerasan yang terus dilakukan otoritas Saudi,” kata dia, dikutip dari AP, Jumat (1/9/2023).

    “Pemerintah Saudi memberikan pesan jelas ke masyarakat, bahwa hidup mereka tak aman dan mereka bisa dibunuh gara-gara sebuah tweet,” ia menambahkan.

    Menurut dokumen pengadilan Al-Ghamdi, pria tersebut digugat dengan tuduhan mengkhianati agamanya, mengganggu keamanan masyarakat, berkonspirasi melawan pemerintah, serta menghina kerajaan dan putra mahkota.

    Al-Ghamdi adalah seorang pensiunan guru yang tinggal di Makkah. Saudaranya, Saeed bin Nasser Al-Ghamdi, dikenal sebagai kritikus pemerintahan Saudi yang tinggal di Inggris.

    “Represi di Arab Saudi telah mencapai level kengerian yang lebih tinggi, ketika pengadilan bisa menghukum mati seseorang hanya karena menyampaikan pesan perdamaian melalui sebuah tweet,” kata peneliti Human Rights Watch, Joey Shea.


    Artikel Selanjutnya


    YouTube Kasih Peringatan ke Pengguna Gratisan, Wajib Bayar!

    (fab/fab)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.