Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Potongan Aplikasi Kian Mencekik, Penghasilan Ojol Sisa Segini
    Insight News

    Potongan Aplikasi Kian Mencekik, Penghasilan Ojol Sisa Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Maret 2023Updated:30 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa tahun lalu, profesi ojek online (ojol) sempat jadi incaran. Banyak masyarakat yang sebelumnya telah punya pekerjaan tetap akhirnya beralih profesi menjadi pengemudi ojol.

    Namun saat ini, profesi ojol tak lagi jadi pilihan. Bahkan berdasarkan penelitian Mahasiswa Doktoral London School Economics (LSE), Muhammad Yorga Permana, ada dua pertiga dari 1.000 pengemudi yang disurvei di Jakarta memilih jadi pegawai dibandingkan pengemudi ojol.

    “Dua pertiga dari mereka mengungkapkan jika mereka bisa memilih, lebih memilih pekerjaan tradisional [jam kerja] 9 sampai 5 daripada bekerja sebagai pengemudi transportasi online,” tulis penelitian tersebut dikutip dari laman resmi LSE.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Diminta mengomentari hasil penelitian tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono juga menyebutkan fakta serupa. Alasan alih profesi itu dikarenakan pendapatan mereka yang terus merosot.

    Dia menjelaskan pada fase pertama saat platform ride hailing baru tersedia, gaji para driver bisa mencapai Rp 5-10 juta per bulan. Namun saat ini menurun mencapai 50% dan bahkan ada yang menurun di bawah Upah Minimal Provinsi (UMP).

    “Sedikit-sedikit beralih profesi, ada yang kembali pekerjaan kantoran, wirausaha,” kata Igun kepada CNBC Indonesia, Rabu malam (30/3/2023).

    “Ramai-ramai beralih profesi. mencari profesi yang lebih permanen memberi penghasilan untuk nafkahi keluarganya. Minimal bisa punya penghasilan UMP,” imbuhnya.

    Banyak dari mereka juga menjadikan profesi ojol sebagai sampingan atau part time. Ini berbeda dari sebelumnya yang memilih beralih jadi driver ojol secara full time.

    Penurunan pendapatan dari para driver, Igun menjelaskan berasal dari perusahaan aplikasi. Mereka disebut menerapkan potongan yang sangat tinggi kepada para pengemudi.

    “Makin ke sini makin menurun lagi karena perusahaan aplikasi menerapkan potongan di luar dari permintaan kita sangat tinggi,” ungkap Igun.

    Turunnya pendapatan pengemudi ojol juga diungkapkan dalam penelitian LSE. Disebutkan penurunan sudah terjadi bahkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi, pada 2019 dan berbeda dari awal kehadiran platform.

    “Berbeda pada awal kehadirannya, skema bonus harian yang ditawarkan oleh aplikasi sudah tidak menarik lagi,” tulis laporan tersebut.



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.