Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Portofolio Startup Investor GoTo yang Jokowi Tolak Masuk IKN
    Insight News

    Portofolio Startup Investor GoTo yang Jokowi Tolak Masuk IKN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Desember 2022Updated:17 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Investor startup yang proposal investasinya di Ibu Kota Negara ditolak pemerintah, punya saham di banyak startup terkenal Indonesia. 

    Belum lama ini, alasan Softbank batal jadi investor IKN di Kalimantan terungkap. Proposal perusahaan yang dipimpin oleh Masayoshi Son ditolak oleh pemerintah RI karena dinilai merugikan Indonesia.

    Son, sebagai pemimpin Softbank Group, memang sempat beberapa kali mampir di Indonesia bahkan hingga diterima Presiden Jokowi. Lewat dana investasi startup yang diberi nama Vision Fund, Son adalah salah satu pemodal yang paling agresif mendanai perusahaan rintisan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun seiring dengan tekanan pada valuasi perusahaan teknologi terbesar di dunia, kinerja dana kelolaan Softbank juga melempem.

    Dua dana investasi pertama Vision Fund terpukul oleh tekanan di industri teknologi serta performa buruk perusahaan portofolio jumbo mereka seperti WeWork dan Didi Global.

    Di Indonesia, nama Softbank juga melekat di banyak startup yang terkenal baik yang lahir di RI maupun pemain regional.

    Beberapa perusahaan portofolio Softbank Vision Fund yang beroperasi di Indonesia adalah Grab dan Tokopedia, yang kini telah bergabung dengan Gojek sebagai GoTo. Perusahaan Indonesia lain yang menerima modal dari Vision Fund adalah e-Fishery dan Funding Societies (Modalku).

    Selain itu, Vision Fund juga memegang saham startup asing yang aktif di pasar Indonesia yaitu OYO, Carro, dan Advance Intelligences.

    Menteri Investasi/Kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkanproposal yang ditawarkan Softbank dianggap hanya menguntungkanSoftbank.

    “Softbank ini sudah bertemu dengan Bapak Presiden [Jokowi], dan beberapa kali saya ikut. Proposal yang ditawarkan, untung bagi dia tidak untung bagi negara. Dan kami tidak mau didikte,” kata Bahlil dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (14/12/2022).

    Bahlil menyebut, dalam mencari model investasi pihaknya akan terus berupaya untuk mencari investasi yang adil dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Rugi Rp 344 T, Investor GoTo dan Grab Siap-siap PHK Karyawan

    (dem/dem)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.