Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Polusi Udara Memburuk Bikin Anak Jatuh Sakit? Ini Kata Dokter
    Inspiring You

    Polusi Udara Memburuk Bikin Anak Jatuh Sakit? Ini Kata Dokter

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 Juni 2023Updated:8 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam dua pekan terakhir, DKI Jakarta beberapa kali menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia menurut data IQAir. Berdasarkan data IQAir pada Rabu (7/6/2023) pukul 08.00 WIB, kualitas udara di Jakarta sempat mencapai 155 AQI (Indeks Kualitas Udara).

    Secara kasatmata, indeks kualitas udara yang buruk di Jakarta dapat terlihat dengan langit yang tampak berkabut. Kondisi ini harus diwaspadai oleh orang tua. Sebab, udara kotor bisa meningkatkan risiko kesehatan pada anak.

    Dokter spesialis anak, Shela Putri Sundawa, mengungkapkan bahwa pada pekan terakhir Mei lalu, banyak anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk dan pilek.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Polusi Udara Jakarta (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
    Polusi Udara Jakarta (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

    “Seminggu ini banyak anak yang sakit batuk pilek. Bisa jadi murni karena infeksi, bisa jadi karena faktor udara Jakarta yang jelek banget. Bahkan di jam 6 pagi, kabut tebal sekali. Awalnya saya kira karena dingin, tapi udara enggak dingin,” ujar dr. Shela melalui akun Twitter pribadinya (@oxfara), dikutip Kamis (8/6/2023).

    “Setelah cek monitor, udara memang sangat tidak sehat,” imbuh dr. Shela.

    Twit tersebut pun memperoleh berbagai respons dari warganet. Sebagian besar mengaku bahwa anak-anak mereka mengalami keluhan serupa.

    Melihat fenomena memburuknya kualitas udara di Jakarta, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan bahwa polusi udara yang buruk dan perubahan cuaca ekstrem memang memicu masalah kesehatan pada anak.

    “Pemanasan global dan cuaca ekstrem banyak berkaitan dengan masalah kesehatan, misalnya masalah infeksi saluran pernapasan, batuk, pilek, meler, dan itu terjadi bolak-balik,” ujar dr. Piprim di Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023) lalu.

    “Ini, kan, terkait dengan perubahan cuaca tidak menentu, ini membuat anak-anak lebih rentan juga terhadap infeksi saluran pernapasan akut,” imbuhnya.

    Piprim mengatakan, penyakit yang umumnya mengintai anak akibat buruknya kualitas udara dan perubahan cuaca ekstrem adalah infeksi saluran pernapasan akut dan alergi. Infeksi saluran pernapasan pada anak biasanya ditandai dengan batuk, demam, nyeri kepala, hidung tersumbat, kesulitan bernapas, hingga nyeri tenggorokan.

    “Jadi, orang tua harus waspada. Jangan biarkan anak-anak terlalu sering di luar saat cuaca memburuk, lebih baik di rumah saja,” imbau dr. Pimprim.

    “Lindungi anak, jangan terpapar langsung dengan polusi dan lakukan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS,” lanjutnya.


    Artikel Selanjutnya


    Mudah Dibuat, 6 Minuman Alami Ini Ampuh Bersihkan Paru-Paru

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.