Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PLN Teken 13 MoU, Kementerian Investasi: Ini Sejarah Bagi PLN
    Insight News

    PLN Teken 13 MoU, Kementerian Investasi: Ini Sejarah Bagi PLN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 November 2021Updated:2 November 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta-PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Nota Kesepahaman dengan pelanggan tegangan tinggi.

    Deputi Bidang Pengendalian Pengadaan Penanaman Modal BKPM/Kementerian Investasi Imam Soejoedi mengatakan, pasokan listrik PLN harus mendukung pemenuhan kebutuhan industri dan bisnis listrik sekaligus menarik investasi.

    “MoU (Memorandum of Understanding) ini merupakan sejarah bagi PLN, jual beli tenaga listrik yang terbesar hingga saat ini, 2.270 MVA,” kata Imam dalam keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

    Diketahui sebanyak 13 PJBTL dan MoU yang ditandatangani dengan total daya listrik yang akan disuplai oleh PLN kepada para pelanggan tegangan tinggi mencapai 2.270 Mega Volt Ampere (MVA). Pasok listrik akan disalurkan kepada PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, PT Stargate Mineral Asia, PT Aquila Cobalt Nickel, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Wahana Lestari Investama, PT Sampoerna Kayu, dan PT Gebe Industry Nickel, termasuk produk Renewable Energy Certificate (REC) yang diserap oleh PT Sumitomo Indonesia.

    “Ini kolaborasi yang sangat baik. Setiap investasi tentunya membutuhkan listrik dengan kualitas yang baik. Melalui dukungan penuh dari PLN, kami optimis dapat mewujudkan Indonesia maju pada 2045 dengan memastikan hadirnya investasi yang menjadi tulang punggung perekonomian dalam negeri,” jelas dia.

    Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menyampaikan, dengan penandatanganan PJBTL dan MoU, pihaknya berkontribusi dalam menyediakan pasokan listrik bagi pelanggan tegangan tinggi untuk mendukung kemajuan perekonomian.

    “Teknologi smelter berbasis elektronik tentunya menjadi salah satu opsi untuk mendukung seluruh kegiatan produksi. Oleh karena itu, penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara PLN dengan para pelaku usaha, khususnya di sektor industri smelter yang kini menjadi primadona di Indonesia,” ujarnya.

    “Kondisi surplus menuntut PLN terus berinovasi dalam membangun kerja sama, merancang inovasi untuk semakin menyelaraskan kebutuhan demand. Inovasi layanan diciptakan untuk membangun kepercayaan dan sinergi dengan para pelaku usaha untuk membangun perekonomian,” imbuh dia.

    Ia juga mengapresiasi perusahaan yang telah mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui produk REC. REC adalah salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam pembelian serta mendapatkan pengakuan dari internasional atas penggunaan energi terbarukan yang sudah ada di Indonesia.

    “Saat ini telah tersedia pembangkit dengan energi terbarukan PLN di seluruh Indonesia yang sudah beroperasi mencapai 7.936 MW. Ketersediaan EBT tersebut dapat diklaim sebagai energi yang digunakan untuk pemakaian listrik para pelanggan melalui produk terbaru PLN yaitu REC,” ujar dia.

    Perwakilan dari pelaku Industri, Dirut PT Aquila Cobalt Nikel Riyanti Kutty Nurinda juga mengapresiasi kerja sama itu. Ia berharap, pihaknya bisa memudahkan penyelesaian pembangunan proyek dan menjamin pasokan tenaga listrik.

    “Serta pastinya karena ada pendistribusian ke areal pabrik kami yang cukup remote bisa juga membawa dampak positif bagi pasokan listrik kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

    Selain itu, Principal of Solway Group Nikita Novikov mengatakan, pihaknya berkomitmen meminimalkan dampak lingkungan dan karbon dari setiap kegiatan.

    “Oleh karena itu solusi energi bersih dan terbarukan juga berkelanjutan sangat penting bagi proyek kami. Dengan adanya perjanjian ini memungkinkan untuk mendapatkan supply energi sampai dengan 100% dari sumber pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan,” ujar Nikita.

    Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengapresiasi PLN yang telah mendukung pemerintah Sulawesi Tenggara. Menurut dia, kerja sama tersebut merupakan komitmen PLN untuk mengurangi kesenjangan distribusi listrik di daerah, terutama sektor industri

    “Pada 2003 ketika saya pertama kali menjadi gubernur total daya Sulawesi Tenggara hanya 5 MW, setiap hari harus bergiliran. Hari ini, setelah 10 tahun saya kembali terpilih menjadi gubernur, alhamdulillah listrik rumah tangga semua sudah terpenuhi. Tidak ada lagi mati lampu,” pungkas dia.

    [Dexpert.co.id]

    (dob/dob)



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.