Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pinjol Lebih ‘Pelit’ Salurkan Kredit Tahun Depan
    Insight News

    Pinjol Lebih ‘Pelit’ Salurkan Kredit Tahun Depan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 November 2022Updated:13 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Badung, Dexpert.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat pertumbuhan penyaluran dana dari fintech peer-to-peer lending (P2P lending) akan mengalami perlambatan pada tahun depan, seiring dengan gelapnya proyeksi ekonomi.

    Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta menuturkan pihaknya melihat gap kebutuhan pendanaan untuk UMKM masih tinggi. UMKM padahal merupakan penopang ekonomi Indonesia. Namun, di sisi lain, banyak pihak yang mengatakan tekanan ekonomi sangat tinggi pada 2023. Alhasil, dia melihat adanya perlambatan pada penyaluran dana P2P lending.

    “Kalau penurunan sih enggak, tapi peningkatannya tidak secepat tahun ini. Tapi saya masih yakin tumbuh karena ini juga komitmen dari para pelaku untuk memberikan layanan,” kata Tris selepas 4th Indonesia Fintech Summit 2022, dikutip Minggu (13/11/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan prospek ekonomi ke depan, dia yakin lender fintech P2P lending akan lebih selektif menyalurkan modal. Hal ini yang akan membuat pertumbuhan penyaluran dananya melamban.

    OJK, menurutnya, sedang memperjuangkan platform P2P lending untuk lebih efisien, sehingga lebih memberikan keringanan dan efisiensi bagi masyarakat kita.

    “Untuk masyarakat kita yang bermasalah, kreditnya bermasalah, bagaimana lender melakukan restrukturisasi dan lain-lain,” kata Tris.

    “Tapi kami tetap optimis fintech masih bisa survive bahkan bisa berkontribusi untuk menghadapi tekanan ekonomi di tahun 2023,” tambahnya.

    Dia pun meminta fintech untuk tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga memberikan pendampingan bagi debitur.

    “Bagaimana membantu ke depannya seperti itu sehingga bisa memperkuat atau menghadapi tantangan tahun 2023 yang tekanannya tinggi, ada yang bilang ekonominya gelap dan lain-lain,” tegasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Aturan Baru OJK: Dirikan Pinjol Modal Minimum Rp 25 Miliar

    (RCI/dhf)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.