Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Petaka Internet di Depan Mata, Google Buka-bukaan Fakta
    Insight News

    Petaka Internet di Depan Mata, Google Buka-bukaan Fakta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2024Updated:5 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Tim peneliti Google mempublikasikan laporan baru yang memberikan peringatan bahaya terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif. Teknologi yang booming sejak kemunculan ChatGPT oleh OpenAI tersebut hadir dengan berbagai manfaat, tetapi risikonya mengerikan.

    Laporan peneliti Google menggarisbawahi risiko membludaknya informasi palsu di internet. Hal ini cukup ironis, sebab Google merupakan salah satu raksasa teknologi yang paling ambisius mengembangkan AI.

    Bahkan, teknologi AI Google bisa jadi yang paling berdampak, mengingat basis penggunanya lewat layanan mesin pencari dan sistem operasi Android.

    Studi yang belum dikaji lebih lanjut tersebut dilihat oleh 404 Media. Temuannya mengerikan. Disebutkan mayoritas pengguna AI-generatif memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengaburkan batasan antara informasi fakta dan palsu, melalui konten-konten berbentuk gambar dan video yang disebar internet.

    Para peneliti juga menyorot riset publik soal AI generatif yang dirilis sebelumnya. Dari penelitian itu, ditemukan 200 artikel berita menyalahgunakan AI-generatif.

    “Manipulasi manusia dalam menyebarkan informasi sesat merupakan taktik nyata penyalahgunaan [AI] di kehidupan nyata,” kata peneliti.

    “Kebanyakan berita palsu dibuat dengan motivasi untuk memengaruhi opini publik, memungkinkan scam atau aktivitas penipuan, serta mendulang profit,” laporan itu melanjutkan.

    Masalahnya, sistem AI-generatif yang menjamur saat ini mudah diakses oleh semua orang. Di saat bersamaan, regulasi yang mengaturnya masih sangat terbatas.

    Kesimpulan yang dituliskan Futurism berdasarkan laporan tersebut, dikutip Jumat (5/7/2024), banyak orang menggunakan AI-generatif untuk menyebar informasi palsu karena sangat mudah membuatnya.

    Di saat bersamaan, banyak orang yang belum memiliki literasi untuk bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang ditemukan di internet. Hal ini bisa dibilang sebagai petaka internet.

    “Di saat perusahaa-perusahaan seperti Google menanamkan AI pada setiap produk mereka, risiko seperti ini akan terus terjadi,” pungkas laporan Futurism.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dirjen Aptika Mundur Buntut Pusat Data Nasional Diserang Hacker


    (fab/fab)

    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.