Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Petaka di Depan Mata, Ini Bukti Nasib Manusia di Ujung Tanduk
    Insight News

    Petaka di Depan Mata, Ini Bukti Nasib Manusia di Ujung Tanduk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Mei 2024Updated:28 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kekuatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian masif. Bahkan, risiko menyingkirkan manusia di masa depan juga makin terbuka.

    Salah satunya terlihat dalam penelitian kinerja GPT-4 milik OpenAI dalam tugasnya untuk menganalisa keuangan. Menurut penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Chicago, kemampuan model bahasa besar (large language model/LLM) tersebut sudah mengungguli analisa manusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami menemukan akurasi prediksi LLM setara dengan model machine learning (ML) canggih yang terlatih,” kata tim peneliti dikutip dari Venture Beat, Selasa (28/5/2024).

    Kemampuan luar biasa ini juga bukan berasal dari pelatihan. Namun bermodalkan neraca dan laporan laba rugi standar dan tanpa konteks yang bisa meramalkan masa depan perusahaan.

    “Prediksi LLM tidak berasal dari pelatihan, namun kami menemukan LLM menghasilkan wawasan naratif soal kinerja perusahaan di masa depan,” jelas mereka.

    GPT-4 bisa meniru proses analisa yang dilakukan oleh analis keuangan. Selain itu, GPT-4 bisa mengidentifikasi tren, menghitung rasio, dan menyatukan informasi menjadi prediksi.

    Dari versi yang disempurnakan, akurasi analisa terkait masa depan mencapai 60%. Meski tipis, namun capaian itu lebih tinggi dari hasil analisa manusia yang berkisar 53-57%.

    Namun analisis keuangan dengan LLM juga mendapatkan tantangan. Sebab, analisanya mengandalkan numerik dan disebut tidak memiliki penalaran yang kuat dibandingkan dengan analisa teks.

    “Meski LLM efektif untuk tugas tekstual, pemahamannya soal angka biasanya berasal dari konteks naratif dan tidak memiliki penalaran numerik mendalam atau fleksibilitas seperti pikiran manusia,” jelas salah satu peneliti, Alex Kim.




    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.