Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pesawat Boeing Terbang Tanpa Avtur ke New York dari London
    Insight News

    Pesawat Boeing Terbang Tanpa Avtur ke New York dari London

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Desember 2023Updated:4 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah pesawat Boeing dilaporkan terbang tanpa menggunakan avtur. Penerbangan dari London ke New York itu beroperasi menggunakan bahan bakar alternatif dari limpah.

    Boeing 787 milik Virgin Atlantic menjadi yang pertama terbang tanpa BBM atau menggunakan bahan bakar penerbangan yang sustainable (SAF). CEO Virgin Atlantic Shai Weiss menjelaskan cara yang digunakannya ini membuktikan penerbangan aman dan dapat menggantikan BBM yang biasa digunakan.

    “Bukti bahan bakar penerbangan sustainable aman, bisa dengan mudah menggantikan bahan bakar jet serta adalah solusi paling potensial untuk industri penerbangan tanpa karbon,” kata Weiss, dikutip dari IFL Science, Senin (4/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bahan bakar hijau yang digunakan dipasok oleh Air BP dan Virent, campuran 88 persen hydroprocessed esters and fatty acids (HEFA) dan 12 persen synthetic aromatic kerosine (SAK) berasal dari olahan dari limbah jagung.

    Sebagai informasi, industri penerbangan menyumbangkan 2-3% emisi karbon global. Industri berkomitmen menekan net zero atau menyetop pertumbuhan kontribusi emisi tahun 2050 mendatang.

    Bahan bakar hijau yang digunakan memang tak sepenuhnya ‘bersih’. Pesawat masih menghasilkan karbon ke atmosfer namun dengan emisi 70% lebih rendah dibandingkan bahan bakar biasa.

    Inggris juga bertujuan menggunakan bahan bakar hijau pada penerbangannya. Pemerintah setempat dilaporkan mewajibkan maskapai menggunakan minimal 10% SAF pada 2030 mendatang.

    Namun aktivitas mengkritik kebijakan penggunaan SAF pada penerbangan. Magdalena Heuwieser dari Stay Grounded menilai yang dilakukan itu sebagai ajang cuci tangan oleh para industri agar memberikan kesan ramah lingkungan.

    Dia lebih menekankan untuk menekan jumlah penerbangan untuk mencegah masalah pada iklim. “Sama sekali tidak scalable, dalam jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencegah iklim rontok. Apa yang dibutuhkan adalah pengurangan penggunaan bahan bakar fosil jet, yaitu menekan jumlah penerbangan,” kata Heuwieser kepada Reuters.

    (npb)


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.