Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pesan Menyentuh Jack Ma untuk Karyawan Alibaba, Simak!
    Insight News

    Pesan Menyentuh Jack Ma untuk Karyawan Alibaba, Simak!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 April 2024Updated:12 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Alibaba tertinggal dari para pemain e-commerce China lainnya akhir-akhir ini. Saham sang raksasa yang saat itu tidak tergoyahkan bahkan kalah bersaing dengan induk Pinduoduo, PDD Holdings, pada Desember 2023 lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk menanggapi kondisi ini, Alibaba telah melakukan perubahan penting untuk menyederhanakan struktur bisnisnya dan meningkatkan efisiensi. Setahun setelah merestrukturisasi Grup Alibaba, salah satu pendiri Jack Ma menggungah memo di intranet Alibaba dalam upaya untuk meningkatkan semangat kerja di antara stafnya.

    Ma dalam memonya, mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengambil “pendekatan bedah untuk menyembuhkan penyakit sebuah perusahaan besar.”
    Adapun raksasa teknologi China itu baru-baru ini menunda debut keuangan cabang logistiknya, Cainiao, di Hong Kong.

    Sebaliknya, Alibaba berusaha membeli seluruh sisa saham di unit tersebut, yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara Cainiao dan bisnis e-commerce-nya.

    Namun, menurut Ma, Alibaba harus tetap mengutamakan pengalaman pelanggan dibandingkan mengejar pertumbuhan secara membabi buta.

    Ma juga mengungkapkan kegembiraannya atas munculnya teknologi AI dan dampaknya terhadap industri e-commerce, dengan menyatakan bahwa “semuanya baru saja dimulai dan kami tepat waktu!”

    Memo tersebut mengikuti Joe Tsai, salah satu pendiri Alibaba, yang berbagi sentimen serupa dalam wawancara podcast dengan Nikolai Tangen dari Norges Bank Investment Management. Dalam video tersebut, Tsai disebut telah mengungkapkan kesalahan masa lalu Alibaba dengan sangat terbuka.

    “Terima kasih kepada Joe atas keberanian dan rasa tanggung jawabnya. Membuat kesalahan bukanlah hal yang menakutkan; tidak ada yang kebal dari kesalahan. Yang benar-benar menakutkan adalah tidak mengetahui, tidak mengakui, dan tidak mengoreksinya,” kata Ma, dikutip dari Tech In Asia, Kamis (12/4/2024).

    Tsai mengatakan dalam wawancara bahwa Alibaba telah lupa siapa pelanggan sebenarnya, yang pada akhirnya memengaruhi harga sahamnya. Saham perusahaan telah turun 77% dari puncaknya pada tahun 2020, kehilangan nilai pasar sebesar US$332 miliar hingga saat ini.

    Namun, Tsai, bersama dengan CEO Alibaba Eddie Wu, telah memimpin perubahan yang lebih luas di dalam perusahaan, yang dipuji oleh Ma dalam memonya.

    “Jalan reformasi dan inovasi tidak akan pernah disertai dengan tepuk tangan karena kita sedang mengubah kebiasaan buruk dan kepentingan pribadi kita. Jalannya panjang, tapi kita tidak sendirian dalam menempuhnya,” kata Ma.

    “Di masa depan, kita harus lebih proaktif dan cepat dalam mengubah diri kita sendiri, dan kita memerlukan upaya reformasi yang lebih besar untuk membangun masa depan yang cerah bagi Alibaba”.




    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.