Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pesan Bos AI Singapura ke RI: Jangan Buang-buang Uang
    Insight News

    Pesan Bos AI Singapura ke RI: Jangan Buang-buang Uang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 April 2024Updated:29 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) menggelar kompetisi Hackathon BI 2024 yang mengusung tema ‘Artificial Intelligence & Machine Learning for Digital Economy and Finance in Indonesia’.

    Dalam acara kick off dan seminar Hackathon BI 2024, Head of AI, AI Singapore, William Tjhi, membagikan tantangan apa saja yang akan dihadapi para peserta saat akan membangun AI khususnya LLM (Large Language Models). Apalagi membangun AI di era post ChatGPT yang berbeda sekali dengan zaman pra ChatGPT.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pertama yang William sampaikan adalah setiap membangun AI adalah motivasi yang dipakai harus jelas. Karena menurutnya membangun AI di zaman LLM seperti sekarang biayanya sangat mahal.

    Jangan sampai produk yang dibuat hanya ikut-ikutan kompetitor saja, dan ujung-ujungnya hanya membuang waktu dan biaya.

    “Itu yang paling penting adalah motivasinya harus jelas. Ini banyak orang yang cuma ikut-ikutan, kompetitor kita bangun saya juga mau bangun. Mahal sekarang ini, ntar jadi buang-buang waktu buang-buang uang,” kata dia saat sesi seminar yang disiarkan dalam kanal YouTube BI, Senin (29/4/2024).

    Lalu, kenyataannya ketika membangun di dunia LLM, model baru akan keluar dengan cepat. Ia menyarankan untuk membangun sesuatu yang modular, jadi nantinya kalau ada model baru bisa mudah diganti.

    Evaluasi juga penting dilakukan supaya jangan terlalu mahal kesalahan yang dibuat. Kalau sudah tahu salah, kata William, segera dihentikan dan jangan membuatnya terlalu lama sebelum biaya semakin membengkak.

    “Bangun evaluation yang sesuai dengan use case kita, kalau di banking ya bangunlah use case di banking,” ujarnya.

    Mengutip laman resmi BI, pendaftaran dan pengiriman proposal kompetisi dibuka mulai 29 April – 6 Juni 2024. Pendaftaran tim serta pengunggahan solusi terhadap Problem Statement Bank Indonesia Hackathon 2024 dapat dilakukan lewat https://hackathon.fekdi.co.id/.


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.