Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pertumbuhan Shopee Mulai Tersendat, Gara-gara Free Fire?
    Insight News

    Pertumbuhan Shopee Mulai Tersendat, Gara-gara Free Fire?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Mei 2022Updated:18 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19, jumlah pesanan di platform marketplace Shopee merosot. Pada saat yang sama, perusahaan game “saudara” Shopee, Garena, terus kehilangan pengguna.

    Penurunan tersebut dilaporkan oleh Sea Ltd., perusahaan induk Shopee dan Garena, yang bermarkas di Singapura dan sahamnya diperdagangkan di bursa saham Amerika Serikat.

    Order yang diproses oleh Shopee secara global memang naik dari 1,4 miliar pesanan pada kuartal I-2021 menjadi 1,9 miliar pesanan pada kuartal I/2022. Namun, jumlah tersebut juga lebih sedikit dibanding pesanan pada 3 bulan terakhir tahun lalu, yaitu 2 miliar order. Ini adalah penurunan jumlah order quarter-to-quarter (Q to Q) pertama sejak awal 2020.


    Penurunan order di platform Shopee membuat nilai transaksi, yang diwakilkan dengan hitungan gross merchandise value (GMV), ikut tertekan. GMV di platform Shopee turun dari US$18,2 miliar menjadi US$17,4 miliar. Seperti jumlah order, ini adalah pertama kali omzet Shopee tidak tumbuh sejak periode pandemi Covid-19.

    Pendapatan Shopee juga merosot secara kuartalan, dari US$1,6 miliar pada 3 bulan terakhir 2021 menjadi US$1,5 miliar pada kuartal I/2022.

    Tantangan juga dihadapi oleh Garena, perusahaan penerbit game online dengan game terpopulernya Free Fire. Pertumbuhan pengguna aktif Garena untuk pertama kalinya merosot pada akhir tahun lalu, akibat larangan yang diterapkan oleh India.

    Pada kuartal I-2022, jumlah pengguna aktif Garena terus merosot ke 615,9 juta pengguna dengan jumlah pengguna yang membayar turun ke 61,4 juta.

    Penurunan jumlah pengguna ini membuat EBITDA disesuaikan Garena turun dari US$717,3 juta pada kuartal I-2021 menjadi US$431,4 juta pada kuartal I-2022. Padahal, Garena selama ini merupakan lumbung dana Sea Ltd., terutama untuk mendanai ekspansi besar-besaran Shopee yang beroperasi rugi.

    Lalu, apakah penurunan order dan GMV Shopee karena efisiensi promosi? Apakah arus kas dari Garena yang tidak sederas dulu memaksa Shopee mengurangi diskon dan cashback untuk mendorong frekuensi belanja?

    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.