Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pertama Dalam Sejarah, Ada Catatan Hijau di Lapkeu Uber
    Insight News

    Pertama Dalam Sejarah, Ada Catatan Hijau di Lapkeu Uber

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Agustus 2022Updated:2 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Uber baru saja melaporkan keuangan perusahaan. Pada kuartal terakhir, perusahaan berbagi kendaraan ini membukukan arus kas positif pertamanya dalam sejarah.

    Selain itu, Uber juga memperkirakan laba operasional perusahaan akan di atas proyeksi pada kuartal ketiga mendatang.

    Saham Uber, yang telah anjlok lebih dari 40% sepanjang tahun ini, melonjak 15% menjadi US$28,41 (Rp 422 ribu) sebelum pembukaan pasar. Bahkan, saham pesaing Uber, Lyft, harganya ikut naik 8%.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Arus kas bebas Uber dilaporkan sebesar US$381 juta pada kuartal kedua. Ini melampaui perkiraan analis senilai US$263,2 juta (Rp 3,9 triliun). Istilah arus kas bebas digunakan untuk menggambarkan kas yang dimiliki oleh perusahaan setelah membayar biaya operasional dan belanja modal.

    Capaian ini karena perjalanan telah melebihi tingkat pra-pandemi. Yakni akibat kantor yang kembali dibuka dan lonjakan pada permintaan perjalanan, dikutip dari Reuters, Selasa (2/8/2022).

    Jumlah pengemudi dan agen pengiriman Uber juga melonjak 31%. Jumlahnya level tertinggi sepanjang masa 5 juta. “Itu benar: lebih banyak orang yang mendapatkan penghasilan dari Uber hari ini daripada sebelum pandemi,” kata CEO Dara Khosrowshahi.

    Sementara itu, segmen pengiriman pendapatan naik 37% menjadi US$2,69 miliar. Sedangkan bisnis layanan berbagi penumpang (ride-share) melonjak 120% sebesar US$3,55 miliar (Rp 52,8 triliun) per kuartal ini.

    Uber juga melaporkan nilai total pemesanan naik 33% dan menjadikan sebesar US$29,1 miliar (Rp 433 triliun). Sedangkan EBITDA yang disesuaikan adalah US$364 juta (Rp 5,4 triliun) dan berhasil melampaui perkiraan senilai US$257,89 juta (Rp 3,8 triliun).

    [Dexpert.co.id]


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.