Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Persediaan Bitcoin di Dunia Menipis, Ini yang Bakal Terjadi
    Insight News

    Persediaan Bitcoin di Dunia Menipis, Ini yang Bakal Terjadi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 April 2022Updated:5 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Persediaan mata uang kripto, Bitcoin, yang siap untuk ditambang kian menipis. Dikutip Gizchina, Senin (4/4/2022), kini sudah 19 juta bitcoin telah ditambang dan menyisakan 2 juta bitcoin terakhir yang siap ditambang.

    Hal ini persis seperti yang diprediksi oleh Satoshi Nakamoto, pencipta misterius mata uang digital.

    Pada 1 April 2022, Bitcoin mencapai tonggak sejarah baru. Seperti yang ditunjukkan oleh analisis blockchain, penambangan bitcoin ke-19 terjadi pada pekan lalu di blok 730.000.

    Dengan penambangan ini, Bitcoin akan menjadi mata uang yang semakin langka. Sekarang sudah ada lebih dari 90% bitcoin yang beredar di pasaran.

    Pembuat bitcoin Satoshi Nakamoto memang memutuskan untuk membatasi jumlah bitcoin hingga 21 juta. Setelah 21 juta bitcoin telah ditambang, maka akan habis dan tak bisa ditambang lagi. Menurut para ahli, perlu menunggu hingga 2140 agar bitcoin keluar lagi dari penambangan.

    “Setelah jumlah koin yang telah ditentukan telah dirilis, insentif dapat sepenuhnya didanai oleh biaya transaksi dan tidak lagi membutuhkan inflasi,” kata Satoshi Nakamoto, yang identitasnya masih belum diketahui, dalam Buku Putih.

    Menurut analis di Chainalysis, bahwa investor kehilangan akses ke cadangan cryptocurrency mereka. Sedangkan pemegang lainnya dengan hati-hati menyimpan mata uang mereka di dompet selama beberapa tahun.

    “Penerbitan bitcoin bersifat matematis, dan pada akhirnya dapat diprediksi. Ini lah mengapa orang dapat memperkirakan kerangka waktu antara perubahan penyesuaian kesulitan dan kapan halving berikutnya terjadi.” kata Chainalysis.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.