Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Perjalanan Rumah-Kantor Lebih dari 1 Jam Rentan Stres
    Inspiring You

    Perjalanan Rumah-Kantor Lebih dari 1 Jam Rentan Stres

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Desember 2023Updated:21 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bagi pekerja di wilayah Jabodetabek, menempuh perjalanan 1-2 jam untuk menuju kantor setiap hari dianggap sebagai hal yang lumrah. Durasi perjalanan itu bahkan bisa lebih panjang apabila ada kemacetan tak terduga. 

    Namun, sebuah studi mengungkap bahwa mereka yang menempuh perjalanan ke tempat kerja lebih dari 1 jam rentan mengalami depresi. 

    Melansir dari Science Alert, sebuah studi terbaru terhadap lebih dari 23 ribu responden di Korea Selatan menemukan bahwa 16 persen orang yang menempuh perjalanan selama satu jam atau lebih cenderung berisiko mengalami depresi. Kondisinya sangat berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang menempuh perjalanan kurang dari 30 menit.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Peneliti kesehatan masyarakat di Inha University Korea, Dong-Wook Lee, meneliti data peserta usia kerja dari sebuah survei perwakilan nasional yang dilakukan pada 2017, Fifth Korean Working Condition Survey. Dalam penelitian itu, para responden diminta untuk menjawab pertanyaan berdasarkan lima poin indeks kesejahteraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Berdasarkan hasil skor indeks, seperempat dari 23.415 responden yang memiliki rata-rata waktu perjalanan 47 menit per hari atau setara hampir empat jam per minggu dalam waktu bekerja lima hari melaporkan mengalami gejala depresi.

    Meskipun penelitian ini tidak menunjukkan sebab dan akibat, kelompok laki-laki lebih menunjukkan hubungan kuat antara jam perjalanan dan kesehatan mental, terutama bagi mereka yang belum menikah, bekerja lebih dari 52 jam per minggu, dan tidak memiliki anak.

    Sementara itu pada kelompok perempuan, waktu perjalanan yang lama berkaitan erat dengan gejala depresi di kalangan pekerja berpenghasilan rendah, pekerja shift, dan mereka yang memiliki anak.

    “Dengan waktu luang yang lebih sedikit, orang kekurangan waktu untuk menghilangkan stres dan melawan kelelahan fisik, seperti melalui tidur, hobi, dan aktivitas lainnya,” kata para peneliti kepada Korean Biomedical Review, dikutip Kamis (21/12/2023).

    Meskipun analisis ini disesuaikan dengan usia, jam kerja mingguan, pendapatan, pekerjaan, dan shift kerja, faktor risiko individu lain yang memengaruhi gejala depresi, yakni seperti riwayat keluarga, tidak dapat diperhitungkan.

    “Hubungan antara waktu perjalanan yang lama dan gejala depresi yang memburuk ditemukan lebih kuat di kalangan pekerja berpenghasilan rendah,” catat para peneliti.

    Sementara itu terkait moda transportasi, studi pada 2018 terhadap hampir 4.500 responden di Inggris menemukan bahwa beralih dari menggunakan transportasi menjadi bersepeda atau berjalan kaki dapat meningkatkan kesehatan mental.

    “Mengurangi waktu dan jarak perjalanan melalui peningkatan transportasi dapat memberikan lingkungan perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat dan meningkatkan kesehatan mereka,” ujar para peneliti menyimpulkan.


    Artikel Selanjutnya


    9 Aktivitas Sederhana untuk Redakan Stres Tanpa Modal Besar

    (hsy/hsy)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.