Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perintah Joe Biden Bikin China Makin Tersudut
    Insight News

    Perintah Joe Biden Bikin China Makin Tersudut

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Februari 2024Updated:1 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden AS Joe Biden mengeluarkan perintah baru untuk memperketat pengamanan data pribadi masyarakat AS dari akses negara-negara ‘berbahaya’ seperti China, Rusia, Iran, Korea Utara, Kuba, dan Venezuela.

    Lebih rinci, perintah tersebut akan fokus pada bisnis yang menjual informasi pribadi masyarakat AS. Misalnya, perusahaan yang model bisnisnya mengumpulkan data dan memperdagangkan data atau istilahnya ‘data broker’.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Biden mengatakan negara-negara yang disebut ‘berbahaya’ memiliki rekam jejak mengumpulkan dan menyalahgunakan data personal warga AS.

    Dampaknya, hal tersebut bisa membahayakan keamanan nasional di AS. Adapun data personal yang dimaksud antara lain data biometrik dan genomik, data kesehatan pribadi, geolokasi, data keuangan, dan data lainnya yang mengidentifikasi kepribadian individu.

    Gedung Putih khawatir penggunaan data sensitif tersebut berdampak pada aktivitas mata-mata, terutama bagi anggota militer, dikutip dari CNBC International, Kamis (29/2/2024).

    “Negara-negara musuh mengeksploitai data sensitif warga AS untuk mengancam keamanan nasional,” kata Jaksa Agung Merrick B. Garland dalam pernyataan resminya.

    “Mereka membeli data warga AS dan menggunakannya untuk blackmail dan memata-matai warga AS, menargetkan yang mereka nilai sebagai pembangkang di AS untuk terlibat pada aktivitas berbahaya,” ia menambahkan.

    Pengetatan terhadap keamanan data warga AS dilakukan dengan membatasi akses negara-negara seperti China untuk berinvestasi, melakukan kontrak vendor, dan menjalin hubungan dengan pekerja di AS.



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.