Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Percuma Joe Biden Blokir China Habis-habisan
    Insight News

    Percuma Joe Biden Blokir China Habis-habisan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 November 2023Updated:4 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Blokir yang dilakukan pemerintahan Joe Biden pada China dinilai sia-sia. Bahkan berdampak buruk bagi Amerika Serikat (AS) sendiri.

    Mantan wakil presiden TSMC, Burn J.Lin buka suara soal upaya keras AS. Dia mengatakan negara itu tidak bisa menyetop pertumbuhan China dalam pembuatan chip.

    Lin mengingatkan AS seharusnya tidak mencoba membatasi China. Namun ada hal yang lebih penting untuk dikerjakan oleh pemerintahan Joe Biden.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Salah satunya AS diminta lebih fokus mempertahankan kepemimpinan desain chip. Selain itu juga membangun proses manufaktur untuk semakin memperkuat dominasinya.

    “Tidak mungkin bagi AS untuk sepenuhnya mencegah China meningkatkan teknologi chip-nya.” jelasnya.

    AS diketahui terus melakukan pembatasan pada penggunaan teknologi terbaru di China. Namun sebaliknya China menemukan jalan untuk bisa keluar dari masalah tersebut.

    Di tengah sanksi itu, Huawei yang meluncurkan Huawei Mate 60 Pro dengan chip 7nm yang dikembangkan SMIC. Ponsel ini juga dapat mengakses jaringan 5G.

    Lin sendiri berpendapat SMIC memaksimalkan kemampuan mesin ASML. Mesin inilah yang memproduksi chip Kirin 9000S.

    Selain itu, dia menambahkan perusahaan bisa lebih meningkatkan mesin untuk memproduksi chip 5nm. Jadi membuat kinerja chip dan efisiensi energi lebih meningkat.

    China juga diketahui mengganti semua produk pada sejumlah sektor dengan produk buatan dalam negeri. Ini terjadi setelah pemblokiran teknologi AS yang dikeluarkan 2022 lalu diperluas pada tahun ini.

    BUMN setempat diketahui telah mengganti seluruh sistem software kantor dengan produk lokal. Penggantian ini dilakukan hingga tahun 2027 mendatang.

    Bukan hanya kantor BUMN, kebijakan yang sama dilaporkan meluar ke sektor telekomunikasi dan keuangan.


    Artikel Selanjutnya


    Jepang Lumpuhkan Chip China, Xi Jinping Kebakaran Jenggot


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.