Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Gaza Makan Korban, Elon Musk Diincar
    Insight News

    Perang Gaza Makan Korban, Elon Musk Diincar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Desember 2023Updated:19 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Uni Eropa tengah menyelidiki media sosial X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter. Penyelidikan itu terkait banjirnya postingan soal perang Gaza di platform yang dimiliki miliader Elon Musk tersebut.

    Kawasan tersebut memiliki aturan bernama DSA (Digital Service Act) yang berlaku sejak November 2022 lalu. Seorang pejabat senior mengatakan penyelidikan ini bukan karena ada pelanggaran yang dilakukan.

    “Langkah yang kami ambil bukan menyatakan X bersalah atas pelanggaran atau menyimpulkan bahwa X sebenarnya melanggar DSA. Namun hanya mengatakan kami punya alasan kuat menyelidiki area ini dengan rinci,” ucap seorang pejabat senior Uni Eropa, dikutip dari Reuters, Selasa (19/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pihak platform juga telah buka suara terkait hal ini. Dalam keterangannya, X berkomitmen mematuhi aturan dan bekerja sama dengan pihak terkait.

    “Penting agar proses ini tetap bebas dari pengaruh politik dan mengikuti hukum,” kata perusahaan.

    Terkait penyelidikan, Komisi Uni Eropa mengatakan akan berfokus pada upaya melawan penyebaran konten ilegal di kawasan tersebut. Termasuk juga langkah yang diambil memerangi manipulasi informasi termasuk sistem catatan komunitas atau community notes.

    Sebagai informasi, catatan komunitas diluncurkan X pada awal tahun ini. Isinya memungkinkan pengguna untuk berkomentar pada postingan untuk menandai konten misleading atau salah.

    Reuters mencatat, community notes ini sebagai pengecekan fakta secara crowd-sourcing menggunakan pengguna. Tidak lagi dilakukan dengan tim pemeriksa fakta.

    Sementara itu, DSA mengatur soal moderasi konten, privasi pengguna, dan transparansi. Aturan itu juga mewajibkan platform untuk mengatasi konten ilegal dan risiko pada keamanan publik.

    Uni Eropa juga memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar ketentuan DSA. Perusahaan akan didenda hingga 6% dari omset tahunannya di Eropa.



    Artikel Selanjutnya


    Heboh Elon Musk Hapus Link di X-Twitter, Ada Apa?

    (npb/npb)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.