Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Dunia Pecah di Internet, Diam-diam China Menyusup
    Insight News

    Perang Dunia Pecah di Internet, Diam-diam China Menyusup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Februari 2023Updated:10 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google dan Microsoft sedang berperang habis-habisan untuk menjadi pemain terdepan dalam aplikasi kecerdasan buatan. Di tengah perang antara dua raksasa tersebut, perusahaan China juga mengembangkan senjatanya sendiri.

    Baidu, perusahaan China yang menyediakan layanan serupa Google, disebut akan menyelesaikan proyek pengujian internal bernama Ernie Bot bulan depan. Ernie disebut sebagai ‘representasi yang ditingkatkan lewat integrasi pengetahuan’, dikutip dari Reuters, Jumat (10/2/2023).

    Ernie dilaporkan akan mengerjakan tugas seperti pemahaman bahasa, pembuatan bahasa dan teks-ke-gambar. Seorang sumber menambahkan chatbot dirilis sebagai aplikasi mandiri dan bertahap akan digabungkan dalam mesin pencarian Baidu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bot ciptaan Baidu itu bukanlah sesuatu yang baru. Ernie merupakan model bahasa besar AI yang telah diperkenalkan tahun 2019 dan dikembangkan secara bertahap.

    Ketertarikan banyak perusahaan pada AI terjadi setelah ChatGPT berhasil populer dalam waktu singkat. ChatGPT menunjukkan potensi aplikasi kecerdasan buatan sebagai pengganti mesin pencari Google yang saat ini dominan.

    Google Search dan mesin pencari lain, hanya bisa memberikan sederet tautan terkait di internet untuk menjawab pertanyaan pengguna. Di sisi lain, ChatGPT mampu memberikan jawaban lengkap dalam bentuk esai hingga instruksi.

    Popularitas ChatGPT mendorong Microsoft dan Google untuk mengebut teknologi kecerdasan buatan untuk menjadi yang terdepan.

    Microsoft misalnya diketahui mendukung perusahaan dibalik ChatGPT, OpenAI. Perusahaan itu berusaha menanamkan kemampuan OpenAI pada Bing dan akan memperluas penggunaanya pada seluruh produk Microsoft.

    Di sisi lain, Google juga diketahui telah mengumumkan layanan AI percakapan bernama Bard. Google membangun layanan itu dari program perusahaan Lamda (Language Model for Dialogue Applications atau model bahasa untuk aplikasi percakapan).

    Saat ini, status Bard masih dalam masa uji coba. Pihak Google menyatakan layanan itu akan segera bisa digunakan pengguna.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Microsoft dan OpenAI Punya ‘Pembunuh’ Google, Meluncur Maret

    (npb)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.