Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Chip Sampai ke Tetangga RI, Ini Buktinya
    Insight News

    Perang Chip Sampai ke Tetangga RI, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Mei 2024Updated:29 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Berbagai negara tengah berlomba-lomba menguasai industri chip. Amerika Serikat (AS) dan China menjadi dua negara yang paling sengit ‘berperang’ untuk mendominasi sektor tersebut.

    Kini, negara-negara lain pun mulai menunjukkan ambisinya. Malaysia menargetkan setidaknya 500 miliar ringgit (Rp 1.727 triliun) investasi untuk industri semikonduktor. Hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Negara tetangga RI itu tampaknya ingin memposisikan diri sebagai pusat manufaktur chip global.

    Malaysia merupakan salah satu pemain utama dalam industri manufaktur semikonduktor. Terhitung ada sekitar 13% pengujian dan pengemasan semikonduktor global di negara tersebut.

    Industri chip Malaysia telah menarik investasi miliaran dolar dari perusahaan-perusahaan terkemuka dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Intel (INTC). O) dan Infineon (IFXGn. DE).

    Anwar mengatakan investasi yang diupayakan adalah desain terpadu, pengemasan canggih, dan peralatan manufaktur chip semikonduktor.

    Malaysia juga ingin mendirikan setidaknya 10 perusahaan lokal dalam desain dan pengemasan canggih untuk chip semikonduktor, dengan pendapatan antara US$210 juta hingga US$1 miliar.

    Malaysia, kata Anwar, akan mengalokasikan US$5,3 miliar dalam bentuk dukungan fiskal untuk memenuhi target ini, dan rincian lebih lanjut akan diumumkan lebih lanjut.

    “Kami memiliki kapasitas yang kuat untuk melakukan diversifikasi dan bergerak lebih tinggi dalam rantai nilai untuk bergerak menuju manufaktur yang lebih tinggi, desain semikonduktor dan kemasan canggih”, kata Anwar, dikutip CNBC Indonesia dari Reuters, Rabu (29/5/2024).

    Pada 22 April, Anwar mengatakan Malaysia berencana membangun taman desain sirkuit terpadu terbesar di Asia Tenggara dan akan menawarkan insentif termasuk keringanan pajak, subsidi dan biaya pembebasan visa untuk menarik perusahaan teknologi global dan investor.

    Dia mengatakan, taman desain sirkuit terpadu yang diusulkan adalah bagian dari upaya Malaysia untuk memenuhi target perakitan dan pengujian chip backend dan menjadi pekerjaan desain front-end bernilai tinggi.

    Malaysia dipilih menjadi negara untuk mengembangkan sektor semikonduktor, karena perusahaan chip China melakukan diversifikasi di luar China untuk kebutuhan perakitan.

    Xfusion Cina, mantan Huawei mengatakan September lalu akan bermitra dengan NationGate Malaysia untuk memproduksi server GPU – server yang dirancang untuk pusat data dan yang digunakan dalam kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi.




    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.