Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Chip, Joe Biden Utus Anak Buah Menghadap Xi Jinping
    Insight News

    Perang Chip, Joe Biden Utus Anak Buah Menghadap Xi Jinping

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Agustus 2023Updated:2 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Gina Raimondo dijadwalkan untuk mengunjungi China pada akhir Agustus mendatang. Menurut sumber dalam, salah satu agenda Raimondo adalah mengurangi ketegangan antara Negeri Tirai Bambu dengan pemerintah Joe Biden.

    Sumber dalam yang enggan disebut identitasnya itu mengatakan, belum jelas apakah kunjungan Raimondo akan berdampak langsung pada iklim bisnis AS.

    Diketahui, perang dagang antara AS dan China belakangan kembali memanas. China memblokir raksasa teknologi AS, Micron Technology. AS pun melakukan pembatasan ekspor komponen chip ke China yang dibantu Jepang dan Belanda.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tim media Kementerian Perdagangan menolak memberi tanggapan soal jadwal pasti kunjungan Raimondo ke negeri yang dipimpin Xi Jinping.

    Beberapa saat lalu, Raimondo sempat mengatakan akan berkunjung ke China di akhir musim panas. Namun, ia masih mengatur jadwal dan rencana kunjungan.

    Jika ia jadi berkunjung pada Agustus nanti, momentumnya lumayan sensitif. Sebab, Biden dijadwalkan akan menandatangani kebijakan pembatasan investasi teknologi AS di China pada pertengahan Agustus.

    Rencananya, ada beberapa sektor kritis yang akan dibatasi AS ke China. Antara lain, industri semikonduktor, komputasi kuantum, serta kecerdasan buatan (AI). Pembatasan ini tak berlaku untuk investasi yang sudah berlangsung saat ini, melainkan khusus menyasar investasi yang hendak dilakukan di masa mendatang.

    Hal ini membuktikan AS sedikit melunak ke China. Sebab, China memegang peranan penting di industri teknologi. AS perlu berhati-hati ketika ingin melakukan boikot.



    Artikel Selanjutnya


    Biden Ikut Jejak Xi Jinping Atur ChatGPT, Ini Pesannya

    (fab/fab)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.