Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perancang Aplikasi Gojek Ungkap Alasan Startup RI PHK Massal
    Insight News

    Perancang Aplikasi Gojek Ungkap Alasan Startup RI PHK Massal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juli 2022Updated:23 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri startup beberapa tahun belakangan ini cukup moncer dan banyak yang bermunculan. Meski demikian, baru-baru ini muncul isu berupa maraknya bisnis startup yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya.

    Faktor kehabisan dana dan tidak adanya kebutuhan besar dinilai jadi permasalahan utama mengapa startup diguncang badai PHK. Selain itu, faktor manajerial seperti kurangnya pengalaman dan visi yang jelas dari para pendiri perusahaan serta perusahaan yang kurang fokus untuk menjalankan bisnis menjadi faktor penyebab lainnya.

    Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika pun ikut angkat bicara mengenai fenomena tersebut. Menurutnya, butuh banyak waktu ekosistem melakukan kalibrasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Banyak yang bertanya kepada saya mengenai ledakan baru-baru ini, dan yang bisa saya katakan hanyalah #iToldYouSo,” kata Alamanda dikutip dari laman Linkedin, Sabtu (23/7/2022).

    Oleh sebab itu, programmer perempuan yang pernah bekerja sebagai Vice President Product Gojek ini memberanikan diri membangun Binar Academy dengan tujuan mempercepat ketersediaan talenta.

    Binar Academy dibangun dalam rangka menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Alamanda juga mengaku tidak banyak yang mau melakukan hal tersebut kala itu.

    “Serta untuk tujuan ini dengan semua suka dan duka yang kamu lalui, Dita Aisyah, Ignasius Setolareno dan saya bootstrap untuk Binar selama 4 tahun,” jelasnya.

    Proses tersebut, dia menuliskan akan menguji mentalitas wirausaha. “Apakah kita benar-benar siap? Kami menghitung setiap uang dan memastikan semua sumber daya telah dimaksimalkan,” ungkapnya.

    Dengan keputusan melakukan bootstrap, dia mengatakan akan mengajarkan membangun fondasi yang kuat dan sehat. Termasuk membuat berpikir cara agar dapat mengembangkan unit yang sehat.

    Melansir Detik.com pada 2016 lalu, dia bercerita saat itu ekosistem startup mulai tidak sehat khususnya terkait pembajakan karyawan. Serta juga muncul startup baru dan menawarkan jumlah gaji fantastis.

    Pada saat itu, Alamanda bahkan telah mengungkapkan ketakutan adanya startup bubble persis seperti yang terjadi dengan dotcom. Ini akan membuat perusahaan tidak bisa membayar gaji para pegawainya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ternyata Ini Biang Kerok Bisnis Startup Bisa Gagal di RI

    (luc/luc)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.