Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perancang Aplikasi Gojek Soal PHK Startup: I Told You So
    Insight News

    Perancang Aplikasi Gojek Soal PHK Startup: I Told You So

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 September 2022Updated:25 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Masyarakat dihebohkan dengan keputusan sejumlah startup atau usaha rintisan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Salah satunya adalah gelombang PHK yang terjadi di Shopee.

    Tidak bisa dipungkiri, PHK adalah sebuah keputusan berat bagi setiap perusahaan. Berbagai alasan yang melatarbelakang a.l. kerugian finansial, penghematan hingga alih bisnis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, ternyata ada faktor lain yang bisa mempengaruhi kebijakan PHK yang diambil perusahaan, terutama startup. Faktor tersebut yakni, kurangnya pengalaman dan visi yang jelas dari pendiri startup dan perusahaan yang kurang berfokus pada menjalankan bisnis.

    Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika mengungkapkan bahwa perlu banyak waktu ekosistem melakukan kalibrasi.

    “Banyak yang bertanya kepada saya mengenai ledakan baru-baru ini, dan yang bisa saya katakan hanyalah #iToldYouSo,” kata Alamanda dalam laman LinkedIn, belum lama ini.

    Itulah mengapa dirinya berani membangun Binar Academy yang bertujuan mempercepat ketersediaan talenta. Perusahaan itu dibuat untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan.

    Menurut Alamanda, saat itu tak banyak pihak yang mau melakukan hal yang sama. “Serta untuk tujuan ini dengan semua suka dan duka yang kamu lalui, Dita Aisyah, Ignasius Setolareno dan saya bootstrap untuk Binar selama 4 tahun,” jelasnya.

    Alamanda bercerita proses tersebut menguji mentalitas para wirausaha. “Apakah kita benar-benar siap? Kami menghitung setiap uang dan memastikan semua sumber daya telah dimaksimalkan,” kata Alamanda yang pernah menjabat sebagai Vice President Product Gojek.

    Dia mengungkapkan bootstrap mengajarkan membangun fondasi yang kuat dan sehat. Termasuk dengan berpikir mengembangkan unit yang sehat. Lebih lanjut, Alamanda pun berkisah, ekosistem startup sempat tidak sehat pada 2016. Hal ini dipicu oleh pembajakan karyawan dan munculnya startup baru serta menawarkan besaran gaji yang besar.

    Dia mengakui bahwa ada kekhawatiran munculnya startup bubble seperti yang pernah terjadi pada dotcom bubble beberapa tahun lalu. Kejadian itu membuat perusahaan tidak dapat membayar gaji karyawannya. Ternyata, hal tersebut dialami oleh banyak bisnis pemula.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup RI PHK Ratusan Pegawai Selama Pandemi, Ini Daftarnya

    (haa/haa)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.