Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perancang Aplikasi Gojek Bicara PHK Startup: I Told You So…
    Insight News

    Perancang Aplikasi Gojek Bicara PHK Startup: I Told You So…

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Desember 2022Updated:29 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sepanjang 2022, badai PHK menghampiri banyak startup di Indonesia dan dunia. Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika pun ikut mengomentari kejadian ini.

    Dia juga menjelaskan penerapan bootstrap untuk perusahaannya saat ini Binar Academy. Bootstrap adalah konsep di mana startup dibangun benar-benar dari modal pribadi tanpa berusaha mencari investor.

    “Banyak yang bertanya kepada saya mengenai ledakan baru-baru ini, dan yang bisa saya katakan hanyalah #iToldYouSo,” kata Alamanda, dikutip dari laman Linkedin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perempuan programmer yang pernah bekerja sebagai Vice President Product Gojek itu menyatakan butuh banyak waktu untuk ekosistem melakukan kalibrasi. Maka dari itu dirinya memberanikan diri membangun Binar Academy dengan tujuan mempercepat ketersediaan talenta.

    Binar Academy dibangun dalam rangka menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Alamanda juga mengaku tidak banyak yang mau melakukan hal tersebut kala itu.

    “Serta untuk tujuan ini dengan semua suka dan duka yang kamu lalui, Dita Aisyah Ignasius Setolareno dan saya bootstrap untuk Binar selama 4 tahun,” jelasnya.

    Proses tersebut, dia menuliskan akan menguji mentalitas wirausaha. “Apakah kita benar-benar siap? Kami menghitung setiap uang dan memastikan semua sumber daya telah dimaksimalkan,” ungkapnya.

    Dengan keputusan melakukan bootstrap, dia mengatakan akan mengajarkan membangun fondasi yang kuat dan sehat. Termasuk membuat berpikir cara agar dapat mengembangkan unit yang sehat.

    Namun tak lama setelah mengeluarkan pernyataan tersebut, badai PHK ikut mampir ke startup-nya.

    Pada Oktober lalu, startup Edtech tersebut merumahkan sekitar 20% karyawan. Namun tak dijelaskan berapa total karyawan perusahaan itu.

    Langkah tersebut diambil sebagai keputusan strategis untuk bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi beberapa waktu terakhir. Ala menyebut perusahaan akan berfokus menguatkan lini bisnis utama, mengoptimalkan aktivitas investasi dan melakukan streamline operasional.

    “Kami akan melakukan perubahan peran di beberapa fungsi bisnis dengan kapabilitas yang kami butuhkan yang sesuai dengan strategi bisnis ke depan,” kata Alamanda dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, beberapa waktu yang lalu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tsunami PHK Startup September Hantam 10.000 Karyawan

    (tib)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.