Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Penyebab Utama Perceraian Bukan Pelakor
    Inspiring You

    Penyebab Utama Perceraian Bukan Pelakor

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Juni 2023Updated:21 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjalani sebuah hubungan memang tak semudah dibayangkan. Ada pasang surut yang terjadi hingga membuat hubungan terasa tidak harmonis dan berujung perceraian.

    Sebuah studi mengungkap penyebab utama perceraian bukan karena adanya pelakor atau orang ketiga.

    Menurut studi yang dipublikasikan PubMed Central, 75% orang yang sudah bercerai mengaku bahwa penyebab hancurnya rumah tangga mereka adalah kurangnya komitmen. Sementara itu, 59,6% pasangan bercerai akibat kasus perselingkuhan dan 57,7% lainnya akibat terlalu banyak konflik dan pertengkaran.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebanyak 75% responden mengaku bahwa komitmen mereka dalam hubungan pernikahan secara bertahap terkikis seiring berjalannya waktu. Akibatnya, komitmen mereka ‘habis’ dan tidak cukup untuk mempertahankan hubungan pernikahan mereka.

    Dilansir dari Psychology Today, sepuluh tahun pertama pernikahan adalah tantangan terbesar bagi pasangan rumah tangga. Sebab, ada banyak hal yang terjadi dalam rumah tangga sepanjang periode tersebut, salah satunya masa-masa krisis.

    Menurut sejumlah penelitian, saat tujuh tahun pertama, pernikahan masih berada di masa-masa stabil. Namun, memasuki dua hingga tiga tahun selanjutnya, mulai terjadi kegelisahan serta transisi sebelum tahap berikutnya.

    Beberapa tahun pertama pernikahan, seseorang akan membangun kehidupan dengan aturan dan rutinitas baru bersama ‘orang lain’ sehingga diperlukan stabilitas. Pada saat itulah, mereka secara tidak langsung tidak menjadi diri sendiri agar bisa melakukan yang terbaik demi memperoleh kesan baik dari pasangan.

    Biasanya, orang-orang diharuskan untuk berkompromi dengan rutinitas dan konflik baru yang terkesan sepele. Misalnya, siapa yang bertugas membuang sampah, seberapa sering pasangan diizinkan pulang ke rumah orang tua, hingga masalah seks.

    Memasuki tahun kelima hingga tahun kedelapan, salah satu atau kedua pihak pasangan mulai merasakan kegelisahan, seperti merasa bahwa aturan dan rutinitas dalam rumah tangga tidak cocok, mulai menemukan perbedaan prinsip, mempertanyakan pernikahan, hingga merasa kurang terpenuhi satu sama lain.

    Bila suatu pasangan tidak berhasil menjalin komunikasi yang baik atas masalah-masalah tersebut, pernikahan akan mulai memasuki tahap tantangan terbesar, yakni sering bertengkar, mulai mengasingkan diri, hingga akhirnya bercerai.

    Selain rutinitas dan aturan rumah tangga yang tidak cocok, ada beberapa hal yang menjadi fokus utama selama sepuluh tahun awal pernikahan.

    Fokus-fokus itu tidak menutup kemungkinan bisa memicu perceraian, seperti pekerjaan dan karier, penuaan, rencana jangka panjang, berproses untuk berdamai dengan trauma masa kecil, memperbaiki hubungan dengan orang tua, hingga terkait hubungan intim dengan pasangan.


    Artikel Selanjutnya


    Bukan Pelakor, Ini Penyebab No 1 Kehancuran Rumah Tangga

    (Sumber: CNBC.com )


    Ide Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.