Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penyebab Satelit Tidak Jatuh ke Bumi atau Lenyap di Luar Angkasa
    Insight News

    Penyebab Satelit Tidak Jatuh ke Bumi atau Lenyap di Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Februari 2024Updated:28 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada banyak satelit yang bertebaran di orbit Bumi. Ini karena manusia rajin mengirimkan satelit untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup di Bumi. Lalu kenapa satelit tersebut tidak jatuh kembali atau terbang dan hilang ke luar angkasa?

    Agar tidak jatuh kembali ke Bumi, laman Space menuliskan, satelit perlu bergerak dengan cepat. Setidaknya harus menjangkau 8 km per detik.

    Kecepatan itu akan membuat satelit dalam keadaan “meluncur jatuh selamanya” tapi tidak kunjung membentur permukaan Bumi yang melengkung.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Agar bisa stabil di orbit, kecepatan “jatuh” satelit harus seimbang dengan kekuatan gaya tarik Bumi. Uniknya, kecepatan ini bukan dihasilkan oleh dorongan roket.

    Kecepatan bergerak satelit berasal dari momentum awal saat satelit “dijatuhkan” oleh roket yang membawanya ke luar atmosfer Bumi. Momentum awal ini cukup “kuat” sehingga satelit bisa bertahan di orbit selama ratusan tahun.

    Karena harus menyeimbangkan antara kecepatan dan gravitasi, satelit yang orbitnya lebih dekat dengan permukaan Bumi membutuhkan “kecepatan jatuh” yang lebih tinggi.

    Satelit sendiri sebetulnya punya roket. Namun, roket tersebut bukan digunakan untuk bergerak seperti halnya mobil atau pesawat. Bahan bakar satelit hanya digunakan untuk mengubah posisi satelit di orbit atau menghindari “sampah” angkasa.

    Posisi satelit

    Tinggi penempatan satelit di orbit juga penting, setidaknya ada beberapa titik orbit yang bisa diterima.

    Misalnya orbit rendah Bumi atau dikenal sebagai low earth orbit (LEO). Ini terletak antara 160 km hingga 2.000 km yang ditempati seperti stasiun antariksa internasional ISS dan tempat ulang alik.

    Semua misi manusia terjadi di zona LEO, kecuali penerbangan Apollo. Banyak satelit juga ditempatkan di zona ini, salah satunya adalah jaringan satelit Starlink milik perusaaan Elon Musk, SpaceX.

    Tempat terbaik untuk menempatkan satelit adalah orbit geostasioner atau Geostasioner Earth Orbit (GEO). Tinggi orbitnya mulai dari 35.786 km.

    Beberapa satelit juga ditempatkan di orbit ini. Termasuk satelit Merah Putih 2 milik Telkom yang baru diluncurkan dan akan berada pada ketinggian 36 ribu km.

    Satelit atau objek apapun yang berjalan bersamaan dengan rotasi Bumi. Letaknya juga akan tetap sama saat sedang mengelilingi Bumi, jadi satelit akan tetap terhubung dengan antena di Bumi.

    Mengutip Space, adapun jenis satelit lain adalah yang mengelilingi kutub Bumi, jangkauannya hanya kutub utara dan kutub selatan. Contoh satelit yang mengorbit untuk kutub Bumi adalah satelit cuaca dan juga satelit pengintai.




    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.