Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Penyebab Kanker Payudara saat Usia Muda, Ladies Wajib Tahu
    Inspiring You

    Penyebab Kanker Payudara saat Usia Muda, Ladies Wajib Tahu

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 Mei 2023Updated:19 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dari seluruh jenis penyakit kanker, hingga kini kanker payudara menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Bukan hanya usia lanjut, remaja pun juga bisa mengalaminya.

    Menurut riset Global Cancer Incidence Mortality and Prevalence (Globocan) pada 2020, kejadian baru kanker payudara di seluruh dunia menempati urutan pertama golongan kanker dengan 2,3 juta kasus dan 680.000 kematian.

    “Dulu kanker payudara itu sering ditemukan pada perempuan yang berusia 50 atau 60 tahun, atau pada usia-usia setelah menopause. Saat ini, kanker payudara banyak ditemukan pada perempuan yang berusia di bawah 50 bahkan 40 tahun,” ujar dr Khoo Kei Siong, Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre, dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Jumat 19 Mei 2023.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut ia mengatakan bahwa hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, misal sering mengonsumsi makanan instan.

    Ada pula beberapa penyebab lain kanker payudara, salah satu yang terbesar adalah faktor genetik. Seseorang yang keluarganya memiliki kanker payudara biasanya memiliki risiko lebih besar menderita penyakit serupa karena berisiko memiliki mutasi gen BRCA.

    Namun demikian, sebagian besar kasus kanker payudara tidak memiliki faktor risiko yang diketahui. Bahkan, mutasi gen BRCA ditemukan pada kurang dari 10% pasien kanker payudara.

    “Tidak hanya pada wanita, pria (yang membawa mutasi gen BRCA pun) memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara meskipun jumlahnya masih sangat kecil,” ujarnya.

    Seseorang yang memiliki faktor genetis tersebut juga berisiko mengalami kanker payudara di usia muda. Bahkan kebanyakan kanker hasil mutasi gen BRCA ini adalah kanker triple negative yang terbilang lebih agresif dan mudah menyebar.

    Pengobatan kanker payudara

    Seseorang yang memiliki faktor genetik atau keluarga yang terinfeksi kanker payudara perlu melakukan deteksi dini melalui screening atau dengan melakukan tes gen BRCA.

    Jika di dalam tubuhnya terdeteksi adanya gen pembawa kanker maka dapat segera melakukan pencegahan untuk menurunkan risiko kanker payudara melalui kemoprevensi yakni melakukan terapi dengan mengonsumsi obat.

    “Cara ini dapat menurunkan risiko kanker hingga setengahnya,” ujar Dr. Khoo.

    Jika ingin menurunkan risiko kanker hingga mendekati 0 persen maka pasien dapat melakukan proses pengangkatan payudara atau bilateral mastektomi.

    Namun, bagi wanita setelah memiliki keluarga yang utuh seperti telah menikah dan telah punya anak, mereka dapat mempertimbangkan untuk melakukan mastektomi bilateral rekonstruksi.



    Artikel Selanjutnya


    Kemenkes Gelontorkan Rp3,5 Triliun untuk 4 Penyakit Prioritas

    (hsy/hsy)


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.