Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penyebab Google PHK Gila-Gilaan di 2024, Ini Kata Bos Besar
    Insight News

    Penyebab Google PHK Gila-Gilaan di 2024, Ini Kata Bos Besar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 April 2024Updated:18 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Chief Financial Officer (CFO) Alphabet, Ruth Porat, menuliskan memo pada Rabu (17/4) kemarin yang ditujukan kepada karyawan. Hal ini terkait dengan PHK kedua perusahaan yang baru saja diumumkan.

    Porat mengatakan Google sedang melakukan restrukturisasi di divisi keuangan. Dampaknya, beberapa karyawan terpaksa harus terdampak PHK dan relokasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Alasannya, Google sedang menggenjot sumber dayanya untuk fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    “Sektor teknologi sedang bertransformasi ke pengembangan AI,” kata dia dalam memo tersebut, dikutip dari CNBC International, Kamis (18/4/2024).

    “Artinya, kita memiliki kesempatan untuk menciptakan produk yang lebih bermanfaat bagi miliaran pengguna. Namun, kami harus membuat keputusan berat untuk memprioritaskan area tersebut,” ia menambahkan.

    Juru bicara Google mengonfirmasi PHK gelombang kedua, setelah yang sebelumnya dilakukan pada Januari 2024 lalu. Namun, tak disebutkan jumlah karyawan beserta divisi apa saja yang terdampak.

    Google dihadapkan pada persaingan ketat untuk memantapkan diri sebagai perusahaan teknologi pengembang AI. Hal ini menyusul pertumbuhan bisnis iklan yang kian stagnan. Padahal, selama ini Google bertumpu pada pendapatan iklan dalam menjalankan bisnisnya.

    Pada Januari lalu, CEO Sundar Pichai mewanti-wanti karyawan untuk bersiap diri menghadapi PHK sepanjang 2024.

    Restrukturisasi Google yang beralih ke perusahaan AI akan berpengaruh terhadap karyawan di seluruh dunia, termasuk Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

    “Kami sedih harus berpisah dengan beberapa karyawan yang bertalenta. Kami tahu perubahan ini sulit,” kata Porat.

    Juru bicara Google mengatakan, perusahaan memprioritaskan diri untuk menangkap peluang masa depan. Untuk itu, beberapa perubahan perlu dilakukan agar perusahaan bisa berjalan lebih efisien dan produktif.




    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.