Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Penyebab Anak Sering Enggak Pede serta Dampak Negatifnya
    Inspiring You

    Penyebab Anak Sering Enggak Pede serta Dampak Negatifnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 April 2023Updated:14 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Memiliki anak yang tumbuh dengan rasa percaya diri tentu menjadi harapan setiap orang tua. Sebab, karakter positif ini bisa membuat mereka lebih luwes dalam bersosialisasi.

    Namun sayangnya tidak semua anak memiliki kepercayaan diri yang baik. Psikolog Seth J. Gillihan mengungkapkan, seorang anak yang tumbuh dari didikan orang tua yang sangat kritis dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang termasuk kurangnya percaya diri pada anak.

    Menurut pengamatannya, anak yang tak percaya diri ternyata tumbuh dari lingkungan keluarga yang serba mengkritik dan merendahkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ketika saya bertemu ayahnya, semuanya masuk akal. Bahkan beberapa jam bersama ayahnya sulit untuk dilakukan, karena dia selalu kritis dan merendahkan,” ungkapnya pada Psychology Today, beberapa waktu lalu.

    Lantas apa saja efek negatif jangka panjang dari sikap kritis orang tua yang bakal mengubah kepercayaan diri dan hubungan pada anak?

    Berdasarkan hasil studi Gillihan, berikut dampak yang dirasakan oleh anak:

    1. Sulit percaya diri

    2. Ragu terhadap tantangan baru

    3. Sukar bangkit dari kesalahan

    4. Cenderung perfeksionis

    5. Butuh waktu lama dalam mengerjakan tugas

    6. Terlalu sering minta maaf

    7. Merasa defensif

    8. Sulit menerima kasih sayang orang lain

    9. Skeptis terhadap pujian

    10. Memiliki kecemasan sosial

    11. Memiliki kritik batin

    12. Rentan depresi

    13. Kritis pada orang lain

    14. Hubungan tegang antar saudara

    15. Berpikir berlebihan

    16. Merasa perlu pembuktian diri.

    Meski, Gillihan menambahkan, tidak semua orang yang dibesarkan oleh orang tua yang selalu mengkritik akan selalu berdampak seperti yang disebutkan.

    “Tetapi jika Anda mengenali diri Anda dalam banyak deskripsi ini, luangkan waktu sejenak untuk mengakui sejarah Anda dan bagaimana hal itu dapat berkontribusi pada kondisi yang sedang berlangsung,” jelasnya.

    Dia juga mengimbau anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik agar selalu menjaga pikiran dan hati. Gillihan mengatakan kita sendiri yang lebih mengenal diri sendiri.

    “Anda tahu siapa diri Anda, dan tidak ada pemikiran kritis terhadap diri sendiri yang dapat mengganggu pemahaman mendasar itu,” tutupnya.

     


    Artikel Selanjutnya


    Emosi Anak Sering Bikin Anda Kewalahan? Ini Dia Solusinya

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.