Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Penyakit’ Startup, Bos Microsoft Larang Bikin ‘Toilet Emas’
    Insight News

    ‘Penyakit’ Startup, Bos Microsoft Larang Bikin ‘Toilet Emas’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2023Updated:11 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Cerita unik muncul dalam persidangan terkait akuisisi Microsoft atas produsen gim Activition Blizzard. Chief Financial Officer Microsoft Amy Hood ternyata punya petuah penting untuk seluruh pegawai Microsoft, yaitu “jangan membuat toilet emas.”

    Pernyataan Hood, perempuan direktur keuangan pertama di Microsoft, diserukan saat sebuah rapat pada 2018. Petuah tersebut terungkap dalam email dari Vice President Microsoft Catherine Gluckstein pada Februari 2019 ke Phil Spencer, CEO Gaming Microsoft. Saat itu, Spencer sedang memimpin proyek xCloud, yaitu layanan streaming gim berbasis cloud.

    Menurut CNBC International, frasa “toilet emas” berasal dari rumor yang beredar di media sosial soal Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat. Trump dikabarkan menggunakan toilet yang terbuat dari emas. Selain Trump, rapper kondang 1990-an MC Hammer dikabarkan juga punya toilet serupa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pernyataan Hood soal “toilet emas” adalah referensi dari kebiasaan buruk perusahaan teknologi yang berlimpah uang. Perusahaan teknologi dengan modal besar punya “penyakit” untuk membangun produk baru hanya “karena mampu” tanpa mempertimbangkan “kebutuhan konsumen.”

    Sebelum melontarkan komentar soal toilet, Gluckstein memaparkan rencana Microsoft untuk menguji respons pelanggan atas xCloud.

    “Saya telah membuat banyak kesalahan dengan banyak produk, saya rasa semuanya juga punya pengalaman yang sama, yaitu saat kita membuat fitur tertentu tanpa menjawab pertanyaan utama,” katanya di dalam utas email tersebut.

    Spencer kemudian menjawab bahwa tidak semua pemain gim mobile tertarik memainkan video game kualitas terbaik seperti Halo di HP, menggunakan controller Xbox.

    “Ini seperti membangun dudukan emas. Tetapi tidak membantu pertumbuhan kita,” kata Spencer. Ia kemudian menyarankan Microsoft mengubah arah mereka dengan mulai membeli properti intelektual dan merilis gim mobile sendiri, atau mengakuisisi penerbit gim mobile.

    Gluckstein kemudian merespons dengan pertanyaan soal potensi Microsoft mempunyai pengembang gim internal, lagi-lagi dengan membawa-bawa “toilet.”

    “Apa yang saya tangkap, kita sepertinya mencoba melakukan satu hal dengan sempurna padahal seharusnya kita menguji banyak ‘toilet keramik’ berbarengan [cakupan lebih kecil, sedikit-sedikit],” katanya.

    Setahun setelah diskusi lewat email tersebut, Microsoft tetap menguji coba xCloud pada akhir 2019. Namun, berdasarkan kesaksian petinggi Microsoft pada bulan lalu, xCloud yang kini dikenal sebagai Xbox Cloud Gaming, gagal menjadi alternatif untuk platform gim PC dan konsol Xbox.

    Perusahaan lain yang mencoba menyediakan layanan streaming gim, Google, juga gagal. Google menutup Google Stadia pada awal 2023.

    Meskipun Microsoft belum menyerah membangun layanan gim berbasis cloud, perusahaan teknologi ini makin agresif dalam akuisisi pengembang gim.

    Tahun lalu, Microsoft mengumumkan rencana akuisisi Activision Blizzard yang memiliki portofolio gim seperti Candy Crush Saga dan Tour of Duty. Namun, akuisisi tersebut terancam gagal karena coba disetop oleh komisi perdagangan AS (FTC) dan regulator di Inggris.


    Artikel Selanjutnya


    Google Panas, Gugat Microsoft ke Uni Eropa Gegara Ini

    (dem/dem)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.