Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penipuan Kripto Menggila di 2024, Hacker Sedot Rp 22,7 Triliun
    Insight News

    Penipuan Kripto Menggila di 2024, Hacker Sedot Rp 22,7 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2024Updated:8 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Jumlah mata uang kripto yang dicuri dalam peretasan secara global meningkat lebih dari dua kali lipat dalam paruh pertama 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

    Menurut peneliti blockchain TRM Labs, para pencuri telah mendapatkan kripto senilai lebih dari US$1,38 miliar (Rp22,7 triliun) hingga 24 Juni 2024. Jumlah ini meningkat tajam dari dari US$657 juta pada periode yang sama tahun 2023.

    Median pencurian tersebut satu setengah kali lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Meskipun kami belum melihat adanya perubahan mendasar dalam keamanan ekosistem mata uang kripto, kami telah melihat peningkatan signifikan dalam nilai berbagai token, dari bitcoin hingga ETH (ether) dan Solana, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” kata Ari Redbord, kepala kebijakan global di TRM Labs, dikutip dari Reuters, Senin (8/7/2024).

    Ini berarti bahwa penjahat dunia maya lebih termotivasi untuk menyerang layanan kripto, dan dapat mencuri lebih banyak ketika mereka melakukannya.

    Harga kripto secara umum kini telah pulih dari posisi terendah pada akhir 2022 lalu setelah runtuhnya bursa kripto Sam Bankman-Fried, FTX.

    Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$73,803.25 pada Maret tahun ini. Namun, salah satu kerugian kripto terbesar sepanjang tahun ini juga datang dari bitcoin, senilai USS$308 juta yang dicuri dari bursa kripto Jepang DMM Bitcoin.

    Perusahaan mata uang kripto sering menjadi sasaran peretasan dan serangan siber, meskipun kerugian sebesar jarang terjadi.

    Volume mata uang kripto yang dicuri pada 2022 adalah sekitar US$900 juta. Sebagian dicuri dari jaringan blockchain yang terkait dengan game online Axie Infinity, jumlahnya mencapai lebih dari US$600 juta. Amerika Serikat telah mengaitkan peretas Korea Utara dengan pencurian tersebut.

    PBB menuduh Korea Utara menggunakan serangan siber untuk membantu mendanai program nuklir dan rudalnya. Korea Utara sebelumnya membantah tuduhan peretasan dan serangan siber lainnya.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tarif Pajak Tinggi, Tantangan Pengembangan Industri Kripto RI





    Next Article



    Bitcoin Ngamuk, Harga Diramal Bakal Tembus Rp 2 M



    (fab/fab)

    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.