Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penipu WA Sedot Rekening, Kominfo Buka-Bukaan Modusnya
    Insight News

    Penipu WA Sedot Rekening, Kominfo Buka-Bukaan Modusnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 September 2023Updated:9 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengungkapkan modus penipuan yang menguras rekening penggunanya melalui Whatsapp. Penipuan ini marak dilakukan dengan cara memberikan file yang harus diunduh dalam format apk.

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan bahwa modus awal penipuan model itu dilakukan dengan cara pelaku memesan rekening bank khusus dari pihak ke tiga. Pihak itu lalu akan dibayar oleh pelaku untuk menyerahkan rekeningnya.

    “Ditemui di lapangan, mereka menggunakan orang lain untuk mendaftar, habis itu kasih upah, habis itu akun bank mereka ambil,” kata Semuel seperti dikutip Sabtu (9/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah modus itu, para penipu juga melakukan berbagai cara untuk menarik korbannya. Berikut ini deretan cara pelaku yang diungkap Samuel:

    1. Tawaran Menggiurkan

    Samuel mengatakan salah satu modus penipuan lain terkait itu adalah tawaran yang tidak masuk akal atau bombastis. Misalnya menawarkan harga ponsel yang jauh lebih murah dari harga pasar.

    “Jangan terkecoh tawaran-tawaran tidak masuk akal, harga HP tadinya Rp 10 juta bisa dengan saya Rp 2 juta. Sudah pasti scam,” kata Semuel dalam acara Cek Rekening Dulu Transaksi Kemudian, dikutip Kamis (3/8/2023).

    2. Telepon, Chat, atau SMS Tidak Jelas

    Ciri kedua yang dijelaskan Semuel adalah adanya pesan tidak jelas dari orang yang tidak dikenal. Ini bisa berupa telepon, WhatsApp maupun SMS.

    “Contoh kan undangan, yang kirim undangan enggak dikenal, yang nikah enggak kenal. Kekepoan masyarakat main klik aja,” ucapnya.

    3. Penipuan Social Engineering

    Cara terakhir adalah dengan social engineering. Para penipu akan menggunakan kelemahan korbannya untuk bisa melakukan kejahatannya.

    “Menggunakan social engineering, kelemahan-kelemahan kita,” kata Semuel.


    Artikel Selanjutnya


    Tanda WhatsApp Dibajak & Disadap Mudah Dikenali, Cek HP Anda

    (haa/haa)


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.