Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penghuni Bumi Pindah ke Jupiter atau Saturnus?
    Insight News

    Penghuni Bumi Pindah ke Jupiter atau Saturnus?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Oktober 2021Updated:17 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Umur Matahari diprediksi tinggal 5 miliar tahun dari sekarang. Saat Matahari Mati, Bumi diperkirakan akan hancur, adakah opsi bagi manusia untuk selamat?

    Ini adalah prediksi sejumlah astronom yang diterbitkan dalam jurnal Nature dengan menggunakan contoh dengan kejadian yang sama di tata surya yang lain, seperti dikutip dari CNet, Jumat (15/10/2021).

    David Bennett dari University of Maryland dan NASA Goddard Space Flight Center yang ikut dalam penelitian itu mengungkapkan pindah ke bulan Jupiter atau Saturnus mungkin layak dipertimbangkan dengan asumsi umat manusia masih ada.

    Namun hal ini tidak langsung menyelesaikan masalah. Pasalnya manusia tidak bisa mengandalkan panas dari Matahari sebagai katai putih untuk waktu yang lama, tulis David Bennett.

    Prediksi soal kondisi tata surya kita ketika Matahari mati dibuat berdasarkan apa yang terjadi pada sistem tata surya lain yang terletak di dekat pusat Bimasakti yang ditemukan melalui WM Keck Observatory di Hawaii. Di sana ditemukan katai putih yang mati namun ada planet mirip Jupiter dalam orbit mirip Jupiter yang tetap eksis.

    “Bukti ini menegaskan bahwa planet yang mengorbit pada jarak yang cukup jauh dapat terus ada setelah kematian bintang mereka,” ujar penulis utama riset itu Joshua Blackman, peneliti postdoctoral University of Tasmania Australia.

    “Mengingat bahwa sistem ini adalah analog dengan tata surya kita sendiri, ini menunjukkan bahwa Jupiter dan Saturnus mungkin bertahan dari fase raksasa merah Matahari ketika kehabisan bahan bakar nuklir dan menghancurkan diri sendiri.”

    Matahari kita diperkirakan akan bergerak melalui beberapa fase ketika mati. Matahari akan berkembang menjadi raksasa merah, fase yang digambarkan NASA sebagai “waktu paling kejam dalam kehidupan bintang.” Pada saat itu Bumi akan menjadi tidak dapat dihuni dan kemungkinan besar akan hancur.

    Selanjutnya, Matahari akan mengendap dalam bentuk katai putih sebagai bintang mati yang mendingin dan memudar.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.