Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pengganti iPhone Ditahan, Apple Takut Ga Laku?
    Insight News

    Pengganti iPhone Ditahan, Apple Takut Ga Laku?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Juli 2023Updated:4 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple terpaksa menahan jumlah produksi headset VR/AR Vision Pro. Padahal, perangkat mixed-reality itu baru saja diluncurkan bulan lalu setelah tujuh tahun dalam pengembangan.

    Vision Pro juga dipuji sebagai peluncuran produk paling signifikan sejak iPhone dirilis pada 2007 silam. Bahkan, beberapa orang menilai perangkat itu sebagai pengganti iPhone masa depan.

    Lalu, kenapa Apple tak menggenjot produksi Vision Pro?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dikutip dari Financial Times, Selasa (4/7/2023), kompleksitas desain headset membuat produksi perangkat tersebut mengalami kesulitan.

    Selain itu, rencana untuk membuat Vision Pro versi ‘murah’ juga harus diurungkan. Hal ini berdasarkan pengakuan beberapa orang yang familiar dengan isu tersebut. 

    Apple yang mematok harga Vision Pro sebesar US$3.500 (Rp 52 juta), mengatakan belum akan melakukan penjualan hingga awal 2024 mendatang.

    Bisa dibilang, jarak antara peluncuran pada 5 Juni lalu hingga pemasarannya ke publik cukup lama. 

    Analis menafsirkan hambatan Apple berada pada aspek rantai pasokan. Menurut analis, pengembang tak butuh waktu selama itu untuk membuat aplikasi Vision Pro, demikian dikutip dari Financial Times, Selasa (4/7/2023).

    Dua orang yang dekat dengan Apple dan Luxshare, produsen kontrak China yang awalnya akan merakit perangkat, mengatakan sedang bersiap untuk membuat kurang dari 400.000 unit pada tahun 2024. Sementara beberapa sumber industri mengatakan Luxshare saat ini adalah satu-satunya perakit perangkat Apple.

    Secara terpisah, dua pemasok tunggal komponen tertentu yang berbasis di China untuk Vision Pro mengatakan Apple hanya meminta produksi Vision Pro sebanyak 130.000 hingga 150.000 unit pada tahun pertama.

    Kedua proyeksi ini menyiratkan penurunan produksi yang signifikan dari sebelumnya, yakni 1 juta unit dalam 12 bulan pertama.

    Perkiraan volume rendah mencerminkan kurangnya kepercayaan Apple untuk dapat meningkatkan skala produksi, menurut analis dan pakar industri. 

    Perkiraan analis Wall Street untuk penjualan Vision Pro sangat bervariasi, dari ratusan ribu hingga beberapa juta pada tahun pertama.

    Pada saat peluncuran headset sebulan yang lalu, Wedbush memperkirakan Apple akan mengirimkan sekitar 150.000 unit pada tahun pertama, sementara perkiraan Morgan Stanley sekitar 850.000 dan Goldman Sachs percaya dapat mencapai 5 juta pengiriman pada tahun 2024.

    Sebagai perbandingan, Apple menjual 1,4 juta iPhone pada tahun pertamanya di pasaran.



    Artikel Selanjutnya


    Bos Apple Titip Pesan Menyayat ke Warga RI yang Pakai iPhone

    (fab/fab)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.