Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pengakuan Menkominfo Banyak PNS Main Judi Slot Online
    Insight News

    Pengakuan Menkominfo Banyak PNS Main Judi Slot Online

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Oktober 2023Updated:21 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Berbagai kalangan masyarakat ternyata ikut terjerat judi online. Bahkan Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi bercerita menemukan banyak pegawainya yang ikut main judi.

    “Soalnya pas awal-awal saya masuk, saya difotoin sama temen-temen saya tuh, tuh pegawai kita pada main judi tuh, ada yang ngasih ke saya,” kata Budi dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Judi Online, di kantor Kominfo, Jakarta, Jumat (20/10/2023).

    Dia mengatakan sejumlah pegawai negeri sipil di berbagai kalangan juga menjadi korban judi online, dari pemda, pejabat pemda, hingga ASN.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat itu, Budi juga mengingatkan jangan bermain judi. Karena korban yang terjerat sudah signifikan.

    Judi online juga masuk ke dunia streamer. Beberapa dari mereka dilaporkan melakukan promosi judi online.

    Ditanya soal keterlibatan streamer, Budi hanya mengatakan penindakan hukum urusannya berada di tangan aparat terkait. Jadi soal hal tersebut akan diserahkan pada para penegak hukum.

    “Kalau soal penindakan hukum itu urusannya aparat penegakan hukum bukan urusannya Kominfo. Kominfo kan urusannya soal platform, soal teknologi, soal sarana dan pra sarana telekomunikasi. Kalau urusan penegakkan hukum, kita serahkan ke penegak hukum, ya,” jelas dia.

    Pemberantasan judi online juga melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga dan kementerian terkait. Misalnya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) terkait dengan tempat aliran dana judi online.

    Budi menjelaskan telah meminta OJK melakukan pemblokiran pada 2.760 rekening terkait judi online. Jumlah tersebut selama periode 17 Juli hingga 16 Oktober 2023.

    “Beberapa waktu lalu, kami telah meminta OJK melakukan pemblokiran terhadap 2.760 rekening sejak 17 Juli 2023 hingga 16 Oktober 2023,” ujar dia.

    BI diminta untuk memblokir terkait e-wallet. Budi tak menyebut pasti jumlah akun e-wallet yang diblokir, namun hanya mengatakan jumlahnya sekitar puluhan.

    “Udah lebih sedikit, ibaratnya udah enggak terlalu signifikan. Enggak lah enggak nyampe [ratusan] paling puluhan,” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Warga Rugi RI Rp 27 Triliun Judi Online, Ini Jurus Menkominfo


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.