Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penemuan Spesies Manusia Baru, Makhluk Misterius Tanpa Dagu
    Insight News

    Penemuan Spesies Manusia Baru, Makhluk Misterius Tanpa Dagu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Agustus 2023Updated:16 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Para ilmuwan mengumumkan berhasil menemukan spesies manusia baru. Temuan tengkorak itu dilaporkan merupakan manusia tanpa dagu.

    Tulang belulang yang ditemukan berasal dari anak berusia 13-14 tahun yang hidup hingga 300 ribu tahun lalu. Temuan tersebut terdiri dari rulang tengkorak, rahang, dan kaki.

    Para peneliti menemukannya di Hualongdong, China tahun 2019. Namun setelah diidentifikasi hasilnya cukup mengejutkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fitur wajahnya disebut tidak cocok dengan garis keturunan antara Neanderthal atau, Denisovan. Mereka menduga telah menemukan sebuah cabang yang hilang dari silsilah nenek moyang manusia.

    Sebagai informasi Denisovan merupakan spesies manusia purba yang punah di Asia dan terpisah dari Neanderthal pada lebih dari 400 ribu tahun lalu.

    Salah satu yang menarik adalah makhluk misterius yang ditemukan di gua tidak memiliki dagu yang sebenarnya, menjadikan spesies ini mirip dengan Denisovan.

    Para ahli dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) memperkirakan tulang belulang yang ditemukan itu mencerminkan makhluk yang lebih primitif. Namun sisa wajah anak itu disebut juga memiliki ciri-ciri seperti manusia modern, dikutip dari Daily Mail, Selasa (15/8/2023).

    Dari hasil temuannya itu, tim peneliti menyimpulkan telah menemukan garis keturunan hominin yang baru. Artinya terdapat silsilah Homo erectus yang mengarah ke Homo sapiens, Denisovan dan mata rantai ketiga dari silsilah keluarga hominin di Asia yang disebut secara filogenetis dekat dengan kita.

    Di China sendiri, homo sapiens baru ditemukan 120 ribu tahun lalu. Namun temuan tersebut menunjukkan nampaknya zaman modern sudah ada jauh lebih lama dibandingkan yang ditemukan di wilayah Asia Timur.

    Para peneliti mengungkapkan kemungkinan nenek moyang terakhir Homo sapiens dan Neanderthal muncul lebih di Asia bagian barat daya. Baru berikutnya menyebar ke seluruh Asia.

    (npb)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.