Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Usul Astronaut Makan Batu dalam Perjalanan ke Mars
    Insight News

    Peneliti Usul Astronaut Makan Batu dalam Perjalanan ke Mars

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2024Updated:4 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti punya usul unik sebagai solusi stok makanan bagi astronaut dalam perjalanan panjang dari Bumi menuju Mars. Astronaut disarankan mengandalkan asteroid untuk sumber nutrisi.

    Menurut perhitungan NASA, perjalanan ke Mars membutuhkan waktu minimum 9 bulan. Perjalanan pergi pulang antara Bumi dan Mars akan menghabiskan waktu 21 bulan karena para astronaut harus menunggu 3 bulan sampai kedua planet ada di posisi yang pas untuk waktu perjalanan pulang terpendek.

    Oleh karena itu, ada risiko yang cukup tinggi hanya mengandalkan stok bahan pangan sebagai sumber pangan.

    Studi yang diterbitkan di The International Journal of Astrobiology menyatakan batu luar angkasa atau asteroid bisa menjadi sumber nutrisi bagi para astronaut.

    Tentunya, para astronaut tidak akan mengunyah batu. Ide dari para ilmuwan adalah menggunakan kombinasi antara proses kimia dan fisik menggunakan bakteri.

    Bakteri digunakan untuk memproses batu asteroid menjadi material biomassa. Biomassa ini lah yang bisa dikonsumsi oleh manusia.

    Penelitian soal asteroid terinspirasi dari proyek Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang mencari cara untuk mendaur ulang kontainer plastik tempat jatah makanan prajurit menjadi makanan.

    Hasil penelitian Dephan AS adalah plastik bisa diproses menjadi gas dan minyak menggunakan proses pyrolysis. Minyak ditambahkan ke bakteria di dalam bioreactor.

    Singkatnya, kedua proses adalah upaya memproses karbon menjadi material yang menyerupai makanan.

    Seperti plastik, banyak asteroid yang mengisi luar angkasa memiliki kandungan karbon yang tinggi.

    “Apa yang terjadi jika kita memberikan makan mikroba dengan. meteorit,” kata peneliti dari Vrije Universiteit Amsterdam yang bernama Annemiek Waajen kepada New York Times.

    Namun, penelitian lebih lanjut dibutuhkan sebelum para astronaut bisa memakan “jus asteroid”, termasuk memastikan biomassa yang dihasilkan beracun atau tidak.

    Selain itu, NASA juga masih harus mencari cara menambang asteroid,

    “Saya sudah berjanji, saya akan menjadi orang pertama yang mencobanya. Jika saya selamat, mahasiswa S2 bisa mencobanya,” kata Joshua Pearce dari Western University.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi AI Bantu Bank Perluas Penyaluran Kredit, Dijamin Aman?




    Next Article



    Ahli Ungkap Ancaman Kiamat Sembunyi di Balik Matahari



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.