Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Ungkap Lokasi Kawin Silang Nenek Moyang Manusia
    Insight News

    Peneliti Ungkap Lokasi Kawin Silang Nenek Moyang Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 September 2024Updated:18 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian terbaru mengungkap bukti adanya perkawinan silang atau hidup berdampingan antara Homo Sapiens dan Homo Neaderthalensis.

    Smithsonian National Museum of Natural History menuliskan spesies ini hidup di sekitar Eropa dan Asia tengah hingga barat daya. Spesies yang diperkirakan hidup 400 ribu tahun lalu itu merupakan kerabat manusia yang disebut telah punah.

    Ciri-cirinya memiliki bagian tengah wajah yang besar, tulang pipi yang bersudut, dan hidung yang besar. Meski sudah punah, Science Alert menuliskan manusia masih membawa DNA Neaderthal ribuan tahun kemudian.

    Pertemuan kedua spesies tersebut diteliti oleh arkeolog Saman Guran dari Universitas Cologne Jerman dan rekannya. Mereka menggunakan kombinasi data genetik, topografi dan ekologi untuk menentukan lokasi.

    Hasilnya adalah Pegunungan Zagros Iran. Ternyata di sana juga dikenal sebagai salah satu situs Neanderthal, Gua Shanidar.

    “Kami percaya Pegunungan Zagros seperti koridor, memfasilitasi penyebaran (manusia modern) ke utara dan Neanderthal menuju ke selaran,” kata tim peneliti, dikutip Rabu (18/9/2024).

    Lokasinya persis seperti kelahiran Neanderthal di Palearktik yang lebih dingin dan Afrotropis yang hangat.

    Pegunungan Zagros juga memiliki keanekaragaman hayati dan sumber daya yang cukup. Dengan begitu bisa mendukung kedua spesies hidup berdampingan.

    “Wilayah perbatasan dua alam penting dalam biologi sebab bisa sebagai tempat berlindung untuk spesies dari glasial,” kata mereka.

    Perubahan kondisi iklim juga disebut bisa menjadi alasan kedua spesies semakin dekat. Sebelumnya sebuah penelitian juga menemukan adanya kesamaan fitur wajah antara manusia modern dengan Neanderthal di Zagros.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Indosat Ooredoo Hutchison Dukung Perbankan Lewat AI Berdaulat

    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.