Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Peneliti Temukan Varian Baru Covid Eris, Kenali Gejalanya
    Inspiring You

    Peneliti Temukan Varian Baru Covid Eris, Kenali Gejalanya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 Agustus 2023Updated:7 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengumumkan varian baru Covid-19, Omicron EG.5.1 alias ‘Eris’ yang mulai menyebar luas di kawasan Inggris dan sejumlah negara.

    Saat ini, WHO mengklasifikasikan varian ‘Eris’ sebagai variant under monitoring (VUM) atau varian yang diawasi akibat penyebaran yang luas dan menyebabkan angka kasus Covid-19 di beberapa negara semakin meningkat.

    Dilaporkan, ‘Eris’ sudah mendominasi 20 persen dari sekuen yang ada di Asia, 10 persen sekuen di Eropa, dan 7 persen sekuen di Amerika Utara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas, bagaimana gejala Covid-19 varian ‘Eris’?

    ‘Eris’ memiliki gejala yang tidak banyak berbeda dari subvarian Omicron lainnya. Berikut gejalanya.

    • Pilek
    • Sakit Kepala
    • Kelelahan ringan hingga berat
    • Bersin
    • Sakit tenggorokan

    Merujuk pada data coronavirus.data.gov.uk, jumlah kasus positif Covid-19 di Inggris melonjak 27,8 persen atau sekitar 887 kasus dalam tujuh hari pada periode 23-29 Juli 2023.

    Data Badan Kesehatan Inggris (UKHSA) juga menunjukkan angka peningkatan positivity rate Covid-19, yakni menjadi 5,4 persen pada pekan lalu, dari sebelumnya 3,7 persen.

    Sementara itu, Layanan Kesehatan Inggris (NHS), melaporkan jumlah pasien yang dirawat akibat Covid-19 meningkat hampir 50 persen, yakni menjadi 253 orang pada 27 Juli 2023. Pekan sebelumnya, jumlah pasien yang dirawat adalah 127 orang.

    Melansir dari Daily Mail, salah satu faktor penyebaran infeksi ‘Eris’ adalah libur musim panas serta perilisan film Barbie dan Oppenheimer. Kedua film yang dirilis bersamaan pada akhir Juli tersebut menimbulkan banyak kerumunan, terutama di bioskop.

    “Kami terus memonitor jumlah kenaikan kasus pada minggu ini. Kami memang melihat ada peningkatan pasien di rumah sakit, terutama di kalangan pasien berusia lanjut,” tutur kepala imunisasi Inggris UKHSA, Dr Mary Ramsay, dikutip Senin (7/8/2023).

    Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) belum mengumumkan adanya deteksi Covid-19 varian ‘Eris’.



    Artikel Selanjutnya


    Ditemukan 7 Kasus Covid Arcturus di RI, Begini Kondisinya

    (hsy/hsy)


    Selalu Semangat Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.