Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Cemas Manusia Berhubungan Seks di Luar Angkasa
    Insight News

    Peneliti Cemas Manusia Berhubungan Seks di Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2024Updated:2 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Kini terbang ke luar angkasa bukan hal yang mustahil. Ini berkat perusahaan milik miliarder Elon Musk dan Jeff Bezos yang menyediakan layanan wisata luar angkasa.

    Namun ternyata jumlah turis antariksa yang makin banyak membuat beberapa peneliti cemas terhadap bahaya aktivitas seksual di luar angkasa.

    David Cullen, profesor astrobiologi di Cranfield University, menyatakan bahwa “banyak tanda tanya biologis dan legal” soal hubungan badan di luar angkasa yang harus “segera dicari jawabannya”.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Aktivitas seksual yang berujung kepada pembuahan di luar angkasa, jelasnya, berpotensi membuat embrio terpapar radiasi. Insiden ini bisa digunakan oleh turis luar angkasa untuk menggugat perusahaan penyedia layanan wisata luar angkasa seperti SpaceX milik Elon Musk atau Blue Origin milik Jeff Bezos.

    Agar terhindar dari ancaman masalah hukum, dia menilai bahwa turis luar angkasa harus menandatangani perjanjian bahwa mereka dilarang berhubungan seks selama dalam perjalanan meninggalkan Bumi dan kembali.

    Menurut Cullen, permasalahan kesehatan dan legal terkait seks di luar angkasa saat ini belum disikapi dengan serius oleh SpaceX dan Blue Origin.

    Dia menjelaskan bahwa radiasi dan lingkungan tanpa gravitasi mengancam kesehatan sejak embrio tercipta dalam pembuahan.

    Para ahli menegaskan bahwa pengetahuan soal dampak lingkungan luar angkasa terhadap tahap awal reproduksi dan efek jangka panjang terhadap embrio tersebut setelah dewasa.

    “Tidak realistis jika berasumsi bahwa turis luar angkasa bakal ‘puasa’ berhubungan badan saat mereka terpapar gravitasi mikro dan radiasi tinggi selama perjalanan luar angkasa,” katanya.

    NASA, menurut Daily Mail, selalu menghindari pernyataan soal hubungan seksual antara astronaut dan pernah menyatakan bahwa “tidak pernah ada manusia yang berhubungan seks di luar angkasa.”

    Namun, dalam 10 tahun ke depan, pertumbuhan pesat wisata luar angkasa bakal berpotensi mendorong jumlah “astronaut” rekreasi secara signifikan.

    “Motivasi dan perilaku turis luar angkasa pasti berbeda dibandingkan dengan astronaut profesional.” Artinya, astronaut profesional terlatih untuk menahan gairak seksual mereka di luar angkasa. Turis, belum tentu.

    Salah satu rekomendasi Cullen dan tim penulis laporan adalah mempelajari efikasi (keyakinan terhadap efektivitas) metode kontrasepsi di lingkungan luar angkasa.



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.